TAPANULI SELATAN, HETANEWS.com - Bupati Tapanuli Selatan, Dolly Putra Parlindungan Pasaribu bersama Ketua TP PKK Ny Rosalina Dolly P Pasaribu, melayat atas wafatnya Jansen Pasaribu (89) di Desa Haunatas, Kecamatan Marancar wilayah setempat.

"Atasnama pribadi dan keluarga serta masyarakat Tapanuli Selatan umumnya mengucapkan turut berduka yang sedalam-dalamnya atas kepergian Pejuang Kalpataru untuk selamanya," kata Bupati memberikan kata-kata sabar di rumah duka di hadapan keluarga almarhum, Kamis (3/3).

Kepergian Pejuang Kalpataru ini, kata Dolly mengingatkan kembali dirinya kepada almarhum Ayahnya Panusunan Pasaribu yang meninggal delapan hari setelah bertemu pejuang kalpataru di Desa Haunatas. 

"Ketika bertemu keduanya tepat berada di depan saya saat penyerahan Piala Kalpataru pada 22 Desember 2020, almarhum Ayah sempat bergurau dan berpesan agar tetap sehat-sehat sampai ketemu 12 kelender dan tiap tahun bertemu ," cerita Dolly.

"Ternyata, sekarang keduanya sosok yang sempat bergurau di depan saya tersebut sama-sama sudah tiada," kenang Dolly yang datang melayat didampingi Camat Marancar Supri Siregar, Kepala BKD Syuaib Harianja, Kadis Naker Arman Pasaribu, dan Camat Angkola Sangkunur M.Thoir Parlindungan Pasaribu. 

Jasad kaku Jansen Pasaribu yang meninggal akibat faktor usia ini pada Selasa, (2/3) dikabarkan di makamkan di pekuburan Kristiani, di Desa Haunatas, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan pada Sabtu (6/3).

Sekadar mengingatkan semasa hidupnya Janses Pasaribu populer disapa "Mantari Bondar" bagian kearifan lokal warisan leluhur berabad lamanya dalam menjaga hutan dan sumber air di Kecamatan Marancar khususnya Desa Haunatas,  Desa Tanjung Rompa, Desa Bonan Dolok dan Desa Siranap dikenal "Hatabosi).

Kearifan lokal Mantari Bondar (pengatur pintu air kesawah sawah warga)  dan menjaga hutan mulai ketangan Jansen sekitar Tahun 1958 silam dari almarhum ayahnya hingga dianugerahi Kalpataru di 2020 lalu dan dianggap sebagai "Pejuang lingkungan".

Tugas-tugas Mantari Bondar akan dilanjutkan regenerasinya untuk mengatur pintu-pintu air sebagai sumber kehidupan masyarakat Hatabosi.

Sumber: antaranews.com