JAKARTA, HETANEWS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mencabut lampiran soal investasi minuman keras (miras) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021. Pendiri lembaga survei KedaiKOPI Hendri Satrio (Hensat) mengapresiasi keputusan mencabut yang dibuat Jokowi.

"Mengapresiasi pencabutan lampiran investasi minuman beralkohol oleh Presdien Jokowi," ujar Hendasat dalam keterangan tertulis, Rabu (3/3/2021).

Hensat berharap tidak ada lagi kebijakan publik yang dibuat dengan mengumumkan dan menunggu respon publik. Menurutnya, hal ini karena reaksi sebuah kebijakan langsung terasa dengan adanya perdebatan pro dan kontra di masyarakat.

"Tidak ada lagi kebijakan pemerintah yang dibuat seolah-olah menggunakan metode testing the water, diumumkan ke publik kemudian menunggu reaksi publik. Bila publik tak bereaksi dilanjutkan, bila publik bereaksi dibatalkan," kata Hensat.

"Sebab reaksi sebuah kebijakan langsung terasa dampaknya di masyarakat, contoh perdebatan investasi minuman beralkohol ini langsung menimbulkan pro kontra keras di media dan di publik, belum lagi pergerakan buzzer juga hadir diperdebatan antara dua kubu (setuju dan menolak) itu," sambungnya.

Dia menilai Jokowi memiliki karakter yang dekat dengan rakyat. Sehingga dapat digunakan untuk meminta masukan dari masyarakat sebelum memutuskan kebijakan.

"Presiden Jokowi dikenal dengan karakternya yang dekat dengan rakyat, maka akan sangat baik kedekatan ini digunakan untuk mendapatkan masukan dari rakyat sebelum kebijakan dibuat dan diumumkan," tuturnya.

Hensat mengatakan, kebijakan yang bertentangan bukan cirikhas dari Jokowi. Dia berpendapat perlu adanya sentilan bila kebijakan yang bertentangan berasal tersebut berasal pembisik Jokowi.

"Kebijakan yang bertentangan dengan rakyat inikan bukan cirikhas pak Jokowi, jadi bila kebijakan ini akibat ada yang membisiki, nah, pembisiknya mesti dijitak karena nyaris membuat Presiden Jokowi bersebrangan dengan rakyat," pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, Perpres Bidang Usaha Penanaman Modal yang memuat aturan soal usaha miras menuai kontroversi. Presiden Jokowi mencabut lampiran perpres yang mengatur pembukaan investasi miras yang mengandung alkohol.

"Bersama ini saya sampaikan, saya putuskan lampiran perpres terkait pembukaan investasi baru dalam industri miras yang mengandung alkohol saya nyatakan dicabut," kata Jokowi dalam siaran pers virtual, Selasa hari ini.

Baca juga: Investasi Sektor Miras Dicabut, Kepala BKPM: Untuk Kepentingan Negara yang Lebih Besar

sumber: detik.com