SIMALUNGUN, HETANEWS.com – Dalam pemberitaan sebelumnya, Resman Parlindungan Manurung (41) terbukti dalam persidangan mengucapkan kata kata "Harus Kumatikan nya dia, gak takut aku di penjara...,".

Dalam persidangan yang dipimpin oleh Jaksa Julita Nababan, SH hari ini, Resman akhirnya dituntut 3 tahun penjara oleh  Jaksa Julita Nababan SH.

Kata kata ancaman yang dilontarkan terdakwa bersesuaian dengan surat dakwaan jaksa dan juga keterangan saksi korban Karmini Damanik. Juga saksi Kisman Simanjorang dan Pebri Pardede.

Terdakwa Resman dengan parang babat yang diambil dari rumahnya berusaha mematikan korban dengan mengatakan "harus kubabat kau...," kata saksi. 

Penganiayaan itu dilakukan terdakwa pada Rabu, 29 Juli 2020 di halaman rumah saksi korban di Huta Parbagotan Nagori Panombean Pane Simalungun. Pertengkaran bermula saat br Simaremare (ibu terdakwa) melintasi halaman rumah korban dengan memijak padi yang dijemur korban.

"Ada jalan bagus disana, kenapa harus kau pijak padi ku," kata korban dalam bahasa Batak. Saat itu, br Simaremare hendak menuju rumah terdakwa.

Tapi terdakwa malah marah kepada korban, karena merasa tidak senang. Dikarenakan korban sudah menegur ibu nya itu. Lalu parang babat diayunkan ke arah korban.

Tapi ditangkis korban hingga parang terjatuh, dan korban ditendang. Untuk menyelamatkan diri, korban lari ke dalam rumah dan berusaha menghidupkan sepeda motor dengan maksud menuju kantor Pangulu.

Terdakwa yang masih bertetangga dengan korban langsung mencekik korban hingga nyaris pingsan. Tapi cekikan itu dilepaskan oleh br.Simaremare (ibu terdakwa).

Akibatnya korban luka sesuai Visum et revertum No.1193/PUSK/PT/VIII/2020 yang dibuat dr Risma Sitorus dari Puskesmas Panei Tongah. Jaksa mempersalahkan terdakwa melanggar pasal 351 (1) KUH Pidana.

Atas tuntutan jaksa itu, terdakwa memohon kepada hakim agar hukumanya diringankan. Dengan alasan menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi lagi.

Hal yang memberangkatkan menurut jaksa, belum adanya perdamaian. Untuk mendengarkan putusan hakim,  persidangan dipimpin hakim Dr. Nurnaningsih SH MH ditunda hingga Selasa mendatang.

Baca juga: Berita sebelumnya: "Harus Ku Matikan Dia, Gak Takut Aku Dipenjara