JAKARTA, HETANEWS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan pencabutan lampiran perpres yang mengatur pembukaan investasi baru industri miras. Pakar gestur mengungkap kondisi emosi Jokowi saat mengumumkan pencabutan lampiran perpres ini.

Pengumuman terkait pencabutan lampiran perpres ini disiarkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (2/3/2021). Pakar gestur Handoko Gani memakai alat layered voice analysis (LVA) untuk menganalisis ucapan Jokowi tersebut.

"Perihal konsultasi dengan pihak-pihak terkait adalah benar," kata Handoko kepada wartawan, Selasa (2/3/2021).

Baca juga: Izin Investasi Industri Miras, DPR Pertanyakan Revolusi Mental

Handoko Gani menjelaskan dirinya adalah satu-satunya instruktur ahli deteksi kebohongan dari dunia sipil yang memiliki gelar diploma di bidangnya serta terotorisasi dalam penggunaan alat layered voice analysis (LVA). Dia juga mengungkap kondisi emosi Jokowi saat mengumumkan hal ini. Ada temuan penekanan dalam suara Jokowi.

"Soal kondisi emosi, berdasarkan pemeriksaan suara, ditemukan memang ada highly stressed hingga high tension bisa dilihat di bar 7-9 (tools dalam LVA) tersebut," tuturnya.

Baca juga: MUI Minta Jokowi Revisi Seluruh Aturan yang Bolehkan Perdagangan Miras

Analisis LVA terkait pernyataan Jokowi
Foto: dok. Handoko Gani

Baca juga: Keputusan Jokowi Batalkan Investasi Baru Minuman Keras, Diapresias Ulama

Handoko juga mengatakan ucapan Jokowi terkait keputusan pencabutan itu sudah benar adanya. Dia menilai Jokowi mencabut perpres itu karena untuk menghindari polemik.

"Presiden memutuskan pencabutan untuk menghindari polemik/gegeran/kesalahpahaman yang bisa semakin menjadi. Sekalipun sebetulnya Presiden punya pemikiran lain. Dan betul telah konsultasi, secara khusus kepada ulama-ulama, MUI dan NU, yang sempat disebutkan dua kali sebetulnya (Nahdlatul Ulama dan NU)," ungkapnya.

Sebelumnya, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal memicu polemik di masyarakat. Pasalnya, perpres itu memuat lampiran tentang pembukaan investasi untuk minuman keras. Jokowi pun akhirnya mencabut lampiran III dalam perpres ini.

Baca juga: Jokowi Cabut Lampiran Perpres soal Miras Usai Terima Masukan Ulama-Daerah

"Bersama ini saya sampaikan, saya putuskan lampiran perpres terkait pembukaan investasi baru dalam industri miras yang mengandung alkohol saya nyatakan dicabut," kata Jokowi dalam siaran pers virtual, Selasa (2/3/2021).

Jokowi menjelaskan alasannya mencabut lampiran perpres terkait investasi baru miras ini. Jokowi mengaku menerima masukan dari ulama dan ormas-ormas Islam.

"Setelah menerima masukan-masukan dari ulama-ulama MUI, Nahdlatul Ulama NU, Muhammadiyah dan ormas-ormas lainnya, serta tokoh-tokoh agama yang lain, dan juga masukan-masukan dari provinsi dan daerah," jelas Jokowi.

Baca juga: MUI Apresiasi Jokowi Cabut Lampiran Perpres soal Investasi Miras

Sumber: detik.com