MEDAN, HETANEWS.com - Pemilik rumah yang rumahnya terbakar di Jalan Denai, Gang Rukun, Medan, Selasa (2/3/2021) mengatakan dirinya tak dapat melupakan segala kenangan yang telah tercipta di rumah tersebut.

"Jika ditanya kenangan, kenangan suka dan duka kami ada di rumah itu. Rumah nenek kami di situ, rumah emak ayah kami di situ, dari kami lahir sampai sekarang di situ. Banyak kali kenangan di rumah itu," tutur Farida Sihombing, seorang pemilik rumah kepada Tribun-Medan.com, Selasa (2/3/2021). 

Farida menceritakan, tiga hari belakangan ini, mereka berkumpul keluarga di rumah yang terbakar itu. Bahkan, baru kali ini mereka berkumpul bersama. 

Dikatakannya, rumah yang terbakar ini merupakan rumah warisan dari nenek. Artinya sudah tiga generasi yang tinggal di rumah itu. Sekitar tahun 1950-an, rumah yang terbakar itu dibangun dan berdiri. 

"Terlalu banyak kenangan bila ditanya kenangan. Jadi harapan kami, tolong bantuanlah dari pemerintahan Kota Medan, pinomat rumah itu dibangun. Minta tolon lah kami," katanya dengan air mata yang berlinang.

Dikatakannya, rumah yang terbakar ini merupakan rumah persinggahan keluarga bila berkumpul. Namun, adiknya yang paling kecil bernama Yusuf yang selalu tinggal di rumah itu. Hal ini karena, adiknya yang belum berumah tangga, sementara yang lain sudah berumah tangga. 

"Sudah terbakar rumah itu. Jadi mau di mana lah adik kami tinggal. Sementara kami pun susah semua, dan kami pun rumah nyewa-nyewa, satu rumah hanya satu kamar," ucapnya.

Adik dari Farida, Siti Hawa Boru Sihombing mengatakan, mereka sedang berkumpul di lantai dasar ketika peristiwa kebakaran terjadi. Ada yang sedang menonton televisi, dan ada juga yang sedang makan. 

"Lalu, tiba - tiba tetangga ngomong, ada asap, ada kebakaran katanya. Jadi, adik aku si Yusuf itu naik ke lantai 2, maksudnya mau di selamatkan surat-surat sama madamkan api," tuturnya.

Dikatakannya, tak ada barang berharga yang bisa terselamatkan, surat tanah dan beberapa barang berharga tak bisa diselamatkan. Hanya pakaian, dan televisi rusak serta satu kursi plastikyang bisa diselamatakan. 

"Sebagian keluarga sedang makan di bawah. Tiba - tiba tetangga sudah teriak-teriak, bilang rumah kami kebakaran dan sudah marak api di atas. Terbakarnya kabel kabel listrik yang menempel di dinding rumah jadi penyebab kebakaran," kata Siti. 

"Jadi, tetangga melihat wayar listrik yang melintang di gang ini, suda meletup letup. Jadi wayar listrik itu nempel ke dinding rumah yang di atas. Pas korslet, tebakarlah atap dinding rumah kami. Kebetulan rumah kami terbuat dari kayu. Jadi mudah terbakar," tuturnya. 

Yusuf mengatakan, tidak ada korban jiwa dari kebakaran ini. Namun, dirinya berharap bantuan dari pihak PLN Kota Medan dan Pemerintah Kota Medan untuk membantu mereka membangun rumahnya.

Sumber: tribunnews.com