SIANTAR, HETANEWS.com – Di masa akhir jabatannya walikota Siantar, Hefriansyah, tidak bosan-bosannya membuat gebrakan yang mengabaikan peraturan yang berlaku dengan melakukan pengajuan untuk melakukan mutasi pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN).

Informasi dikalangan masyarakat maupun pejabat daerah kota Siantar beredar isu dan informasi bahwa Hefriansyah telah mengajukan pelantikan beberapa eselon yang ada di kota Siantar dan dalam waktu dekat akan melayangkan pengajuan rekomendasi pelantikan ke kemendagri.

“Iya betul, yang saya dengar dalam waktu dekat ini akan ada lelang jabatan. Dan saya juga dengar bahwa walikota sudah mengajukan ke KASN,” ujar salah seorang sumber dari kalangan ASN.

Mendengar informasi tersebut anggota dprd kota pematangsiantar Boy Iskandar Warongan menekankan agar walikota jangan mengambil kebijakan yang mengabaikan peraturan.

“Larangan tersebut kan sudah tertuang dalam UU Nomor 10 Tahun 2016 pasal 71 ayat 2 yang mengatakan setiap kepala daerah dilarang melakukan penggantian pejabat enam bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon sampai dengan akhhir masa jabatan kecuali mendapatkan persetujuan tertulis dari kementrian,” ujarnya Selasa, (2/3/2021).

Lanjut wakil ketua komisi I DPRD kota Siantar mengatakan dalam secara kepatutan dan kepantasan kalau apa yang dilakukan pemko sudah tidak pantas.

“Bagaimana  mereka tau kalau pejabat-pejabat yang akan dilantik ini dapat bersinergi dengan kepala daerah yang baru. Karena itu nantinya sudah porsi kepala daerah yang baru. Jadi kita tunggulah suratnya nanti,” ujarnya saat ditemui  di lingkunan kantor DPRD Siantar.

“Dalam waktu dekat ini kita melalui komisi I akan berangkat ke KASN untuk mempertanyakan langsung,” ujarnya sembari mengatakan kalau ada waktu dalam minggu ini langsung berangkat ke KASN.

Plt Kepala dinas BKD Siantar, Harianto Sidik, saat dikonfirmasi hetanews mengatakan kalau dalam waktu dekat ini ada pelantikan untuk Sekretaris Daerah (Sekda).

“Untuk Sekda. Kalau untuk yang lainnya belum ada,” ujarnya singkat melalui telepon seluler.