SIANTAR, HETANEWS.com - Pernyataan Walikota Siantar Hefriansyah terkait rencana pertemuan kepada para tokoh-tokoh untuk ketawa-ketawa saat membahas soal terdepaknya kota Siantar dari 10 besar ditanggapi oleh Pdt Dion Ponomban.

Dikatakannya, mungkin bahasa ketawa-ketawa itu bermaksud menggambarkan cara bicara santai kepada para tokoh tokoh agama dengan santai, tetapi harusnya tidak berhenti disitu, harus ada solusi disitu, dimana solusi itu harus menemukan apa yang menyebabkan sampai Siantar keluar dari 10 besar kota Toleran.

"Mungkin ini butuh perhatian dari semua stekholder yang ada di kota Siantar, khususnya untuk beliau yang tidak lama lagi akan turun, harusnya dia punya warisan yang bagus begitu dia turun," kata Dion.

Dia menyarankan agar diskusi kedepan agar rileks tidak tegang dan merajut kembali hubungan agar bisa lebih baik lagi.

Pdt Dion mencontohkan soal masalah pemandian jenazah yang terjadi beberapa waktu lalu, walaupun ada perbedaan yang luar biasa secara agama, tetapi dengan situasi kondisi pandemi harusnya ada pengertian, jangan sampai seluruh Indonesia rebut.

"Disinilah kita butuh kasih dan penerimaan ketika ada kesilapan diakibatkan situasi dan kondisi saat ini," bilangnya.

Dion mengatakan agar kita mencontoh Presiden ke 4 Indonesia Abdul Rahman Wahid (Gus Dur) dimana dia mengatakan kalau kita harus saling menghormati dan saling menghargai.

"Kalau walikotanya muslim masuklah keperayaan besar agama lain, jangan hanya perayaan agama sendiri, kalau itu dilakukan, mudah-mudahan kita kembali ke 10 besar," tutupnya.