AS, HETANEWS.com - Seorang perempuan di Carolina Utara, AS, didakwa menggunakan uang bantuan Covid-19 senilai USD 149.000 atau sekitar Rp 2,1 miliar untuk membeli barang-barang mewah di sejumlah toko seperti Louis Vuitton, Nordstrom, Neiman Marcus, IKEA, dan beberapa toko berlian.

Jasmine Johnnae Clifton (24), penduduk Charlotte, hadir di pengadilan federal pekan lalu setelah didakwa dengan dua kasus penipuan karena memanfaatkan usaha yang tak lagi beroperasi untuk mendapatkan dana bantuan Covid-19, menurut rilis dari Kantor Kejaksaan AS Distrik Barat Carolina Utara.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari Program CARES Act Economic Injury Disaster Loan. Dana tersebut dianggarkan Badan Usaha Kecil AS (SBA) Caroline Utara untuk UMKM yang terdampak pandemi, menurut rilis SBA, Selasa (2/3).

Clifton tak menanggapi permintaan komentar, tim kuasa hukumnya juga menolak berkomentar karena status kasus yang sedang menunggu keputusan.

Berdasarkan dakwaan yang diperoleh CNN, Clifton pertama kali mengajukan pinjaman untuk membuat bisnis ritel pakaian online Jazzy Jas LLC pada Februari 2019 dan mengajukan pinjaman SBA untuk perusahaan tersebut pada 24 Juli 2020.

Menurut surat dakwaan, usaha tersebut sudah tidak ada lagi. Usaha itu secara resmi dibubarkan Sekretaris Negara Carolina Utara pada Maret 2020, tetapi secara efektif dibubarkan pada September 2019.

Untuk mendapatkan dana, Clifton diduga mengajukan aplikasi pinjaman pada 24 Juli 2020, yang secara keliru menyatakan Jazzy Jas LLC telah menghasilkan pendapatan USD 350.000 selama periode 12 bulan sebelum pandemi.

“CLIFTON secara khusus setuju untuk menggunakan hasil pinjaman untuk Jazzy Jas LLC semata-mata sebagai modal kerja untuk meringankan kerugian ekonomi akibat bencana yang terjadi pada 31 Januari 2020,” jelas surat dakwaan tersebut.

Pinjaman USD 150.000 disetujui pada 8 Agustus 2020, dan dakwaan mengatakan dana tersebut, dikurangi biaya USD 100, disimpan ke dalam rekening serikat kredit Clifton sekitar tiga hari kemudian.

Dakwaan tersebut menyatakan Clifton memanfaatkan keberadaan Jazzy Jas LLC sebelumnya untuk "mengeksploitasi program pinjaman federal dan mendapatkan sejumlah uang tunai yang besar." Pemerintah federal menyita sekitar USD 50.000 dana dari rekening serikat kredit Clifton pada November.

Clifton pertama kali didakwa pada 17 Februari atas penipuan elektronik sehubungan dengan bantuan bencana dan penipuan sehubungan dengan bencana besar atau tunjangan darurat. Jika terbukti bersalah, Clifton terancam hukuman maksimal 30 tahun penjara dan total denda USD 1.250.000.

Clifton dibebaskan dengan jaminan USD 25.000 setelah hadir di pengadilan pada Senin.

sumber: merdeka.com