SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Seorang ayah sudah seyogianya menjaga dan melindungi anaknya, tapi tidak bagi Otong (38). Ayah yang tega mencabuli putri kandungnya yang masih berusia 12 tahun, sebut saja Rosa (nama disamarkan).

Remaja ini pun diancam akan dipukul jika memberitahukan hal itu kepada ibunya maupun pamannya. "Awas kalau kau kasih tahu, bapak pukul kau," kata terdakwa.

Demikian surat dakwaan jaksa Fransiska Sitorus SH yang dibacakan dalam persidangan online tertutup untuk umum, di Pengadilan Negeri Simalungun, Senin (1/3/2021).

Jaksa Fransiska Sitorus SH menjerat terdakwa melanggar pasal 81 dan pasal 82 ayat (2) UURI No 17 tahun 2016 tentang penetapan Perpu No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UURI No 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Perbuatan itu dilakukan terdakwa Otong sejak Juni 2020 hingga Nopember 2020 di kamar tidur rumahnya secara berulang ulang. Saat istrinya yakni ibu korban bekerja di ladang.

Ayah bejat itu menarik putrinya ke dalam kamar saat asyik menonton TV. Secara paksa, korban disetubuhi berulang kali.

Akibatnya, korban kehilangan kegadisannya, sesuai Hasil Visum Nomor: 358/VER/XI/2020 tanggal 5 November 2020 yang ditandatangani dr Francius Munthe menyimpulkan selaput dara korban sudah tidak utuh lagi akibat dilalui benda tumpul atau sejenisnya.

Siang itu, majelis hakim pimpinan Mince Ginting juga mendengarkan keterangan saksi korban didampingi ibu dan pamannya. Terdakwa didampingi pengacara prodeo Fransiskus Silalahi juga membenarkan keterangan saksi.

Untuk mendengarkan keterangan terdakwa, majelis hakim menunda persidangan hingga sepekan.