JAKARTA, HETANEWS.com - Hari ini tepat setahun pandemi corona bercokol di Indonesia. 2 Maret 2020, Presiden Jokowi mengumumkan adanya 2 kasus pertama yang merupakan warga Depok.

Sejumlah upaya penanganan pun dilakukan. Dari segala macam pembatasan hingga vaksinasi.

Terkait vaksinasi, pemerintah menargetkan 181,5 juta orang disuntik untuk mencapai herd immunity. Jokowi meminta proses ini bisa dilakukan selambat-lambatnya setahun.

Dikutip dari situs Kemenkes, Selasa (2/3), sejauh ini sudah 1.705.239 orang disuntik vaksin Sinovac. Mayoritas tenaga kesehatan, di luar itu ada sebagian kecil pelayan publik seperti pedagang hingga guru.

Vaksin Sinovac harus disuntik 2 kali untuk mendapatkan imunitas maksimal. Nah, dari data yang sama, sudah ada 1.010.028 orang yang sudah 2 kali disuntik atau 0,55 persen dari target.

Tentu ini harus terus digenjot dan dipercepat. Sebab, kita juga harus berpacu dengan mutasi virus. Kalau sudah bermutasi yang sampai mengubah DNA dikhawatirkan vaksin tidak ampuh lagi.

Jokowi menargetkan 1 juta orang divaksin per hari. Namun untuk mencapai itu, pemerintah harus mempercepat pengadaan dan distribusi.

Sejauh ini, Indonesia menggunakan vaksin Sinovac yang diolah lagi oleh Bio Farma. Vaksin itu diberi nama vaksin COVID-19.

Total ada stok sekitar 29 juta dosis yang sejauh ini kita punya. Sebagian sudah diproduksi dan didistribusikan.

Pemerintah masih menunggu sisanya, baik dari vaksin Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, dan Novavax. Selain itu, aturan vaksinasi mandiri pun sudah terbit.

Dengan vaksinasi mandiri, perusahaan bisa membeli vaksin untuk karyawannya. Menteri BUMN menargetkan ada 20 juta dosis vaksin di luar program vaksin gratis yang akan dipakai saat vaksinasi mandiri.

sumber: kumparan.com