SIANTAR, HETANEWS.com – Polres Siantar bentuk tim khusus untuk menggali kasus istri mantan sekda Siantar, almarhum Riamsa Nainggolan (73) yang diduga dibunuh dan dirampok di kediamannya Gang kopral, kecamatan Siantar Barat, Kota Siantar, Sabtu, (28/2/2021).

Kapolres Siantar, AKBP Boy Sutan Binanga Siregar, SIK mengatakan sudah melakukan pemeriksaan terhadap enam saksi mata saat kejadian sedang berlangsung.

"Kita sudah bentuk tim dan memeriksa keterangan yang terkait ada sekitar 6 orang (saksi-red). Kita pun juga sedang menunggu hasil otopsi dari Dr RSUD Djasemen Saragih. Pokoknya masih kita tindaklanjuti, masalah dugaan pembunuhan ini," ujarnya di lingkungan polres Siantar, Senin (1/3/2021).

Kapolres Siantar, Boy Siregar, saat memberikan konfirmasi kepada awak media 

Lanjutnya,pihak polres sendiri masih mendalami bukti-bukti yang diantaranya barang-barang milik korban yang ikut hilang. Namun terkait luka-luka ditubuh korban, Kapolres Siantar masih belum bisa menyimpulkan.

"Kami mohon waktu, karena tidak bisa menduga-duga. Kalau luka, itu memang jelas ada bekas luka. Tapi kita sampaikan lagi, kita tidak bisa menduga-menduga apakah luka tersebut karena jatuh dan sebagainya. Jadi untuk menunggu kepastiannya, ya kita tunggu dari dokter forensik lah," ucapnya.

Sejauh ini pihaknya masih belum menemukan tanda-tanda kerusakan dan alat dicurigai didalam rumah almarhum.

"Waktu kita cek dirumah korban, belum ada memang tanda adanya kerusakan. Apalagi barang atau alat yang kita curigai itu masih belum ada sejauh ini. Tapi itu juga masih kita dalami lagi. Karena hanya masih sebatas laporan itu yang saya terima dari anggota," tegasnya.

Ditempat terpisah, Kepala Forensik RSUD Dr Djasemen Saragih Kota Siantar, Dr Reinhard Hutahaean, ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler menjelaskan, jika hasil autopsi pada tubuh korban Riamsa Nainggolan ditemukan trauma tumpul dan tajam pada beberapa bagi tubuhnya.

"Kalau hasil autopsi, terkait dengan kepentingan penyelidikan yang bisa disampaikan bahwa di sekujur tubuh korban terdapat trauma benda tumpul dan tajam di beberapa bagian tubuh," ungkap Reinhard Hutahaean, Senin (1/3/2021).

Trauma tumpul dan tajam yang disampaikan Reinhard, terdapat di bagian tubuh seperti kepala, tangan serta kaki.

"Selain trauma tumpul dan tajam, ada juga hal-hal yang cukup signifikan yang bisa memberi petunjuk, kita temukan saat melalukan autopsi," tutupnya mengakhiri.