MEDAN, HETANEWS.com - "Jangan mati dibalas mati." Begitulah asa yang disampaikan ayah Fery Saut Simanjuntak yang menjadi korban penembakan Bripka CS.

Fery merupakan satu dari 4 korban penembakan oleh oknum anggota Polsek Kalideres itu di RM Cafe, Cengkareng, Jakarta Barat (Jakbar) pada Kamis (25/2) subuh lalu. Tiga orang tewas di tempat, termasuk Fery.

Penembakan itu bermula ketika pelaku menolak saat ditagih membayar minuman sebesar Rp 3,3 juta oleh pengelola kafe. Dalam kondisi mabuk, Bripka CS pun menembak empat orang.

Meski anaknya tewas di tangan Bripka CS, Mula Simanjuntak enggan nyawa dibalas dengan nyawa diterapkan untuk menghukum sang pembunuh. Dia meminta agar Bripka CS dihukum sepantasnya.

"Harapan saya, dihukum yang sepantasnya, jangan mati dibalas mati. Cemana bagusnya lah," ujar Mula saat ditemui di rumahnya di Jalan Perwira 1, Gang Asbes, Medan Timur, Jumat (26/2/2021).

Baca juga: Hukuman untuk Bripka Cornelius Siahaan, Kompolnas Minta Polri Tegas, tapi Keluarga Korban Minta Ini

Fery Saut Simanjuntak korban penembakan oleh Bripka CS di Cengkareng, Jakarta Barat (Jakbar) telah dimakamkan di TPU Kristen Tanjung Mulia, Medan.
Foto: Datuk Haris/detikcom

Baca juga: Pilunya Nasib Istri Feri Simanjuntak, Tengah Hamil Muda saat Suami Tewas di Tangan Polisi Koboi

Mula menuturkan, sang putra merupakan tulang punggung keluarganya. Dia mengaku baru mengetahui anak keempatnya meninggal dunia setelah diberi tahu pihak kepolisian.

"Dia salah satu tulang punggung kami lah pokoknya. Semalam saya tahu, dapat kabar dari Bapak Polisi. Dia (Fery) anak keempat dari 5 saudara," ungkap Mula.

Mula juga menjelaskan bahwa putranya pernah bekerja sebagai perajin perangkat rumah dari bahan logam. Dia lalu merantau ke Rantau Prapat hingga diajak oleh seseorang ke Tangerang.

"Anakku ini dulu itu kan tukang stainless, bikin tangga, kanopi. Dulu dia merantau ke Rantau Prapat, rupanya jumpa di sana, ada katanya pemborong, dibawa ke Tangerang. Di Tangerang sempat kerja di rumah sakit," sebut Mula.

Lalu, kata Mula, anaknya keluar dari pekerjaan itu. Fery sempat menganggur hingga kemudian bekerja di RM Cafe Cengkareng.

"Lama-kelamaan, dia keluar dari kerjaannya itu, nggak kerja lagi, ada sampai 2 tahun kayak jadi gelandang di Jakarta. Sebelum pandemi COVID-19, dia jumpa sama bapak ini (seseorang), yang punya rumah makan Cengkareng, kerja di situ dia sampai wafat semalam, pukul 04.00 WIB pagi," sebut Mula.

Kini, Fery pulang tak bernyawa. Kepulangan jenazah Fery pun disambut isak tangis keluarga. Fery pun dimakamkan di Medan, Sumatera Utara. Perwakilan Polda Metro Jaya ikut mendampingi prosesi pemakaman korban Bripka CS itu.

Baca juga: Anaknya Tewas Ditembak Polisi di Kafe Cengkareng, Ayah Korban: Jangan Kematian Dibalas dengan Mati

Sumber: detik.com