JAKARTA, HETANEWS.com - RM Cafe di Cengkareng, Jakarta Barat, mendapat sorotan karena beroperasi hingga larut malam berujung terjadinya insiden penembakan oleh oknum polisi Bripka CS yang menewaskan 3 orang. Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta menilai kurang pengawasan dari Pemprov DKI Jakarta hingga RM Cafe melanggar jam operasional.

"Hal itu bisa terjadi karena pengawasan sangat lemah. Yang kedua koordinasi antarSKPD tidak terbangun dengan baik," kata Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono kepada wartawan, Kamis (25/2/2021).

RM Cafe sebelumnya terbukti 2 kali melanggar operasional terkait PSBB DKI Jakarta pada Oktober 2020 lalu. PDIP DKI Jakarta meminta Pemprov DKI Jakarta adil dalam menerapkan aturan operasional bagi pelaku usaha.

"Terapkan sesuai Perda COVID-19. Jangan tebang pilih," ujarnya.

Pemprov DKI Jakarta sebelumnya melakukan penelusuran terkait pelanggaran jam operasional yang dilakukan RM Cafe, yang merupakan lokasi penembakan di Cengkareng. Diketahui, kafe ini menyamarkan bagian depan tokonya demi mengelabui aparat.

"Cafe RM buka hingga larut malam dengan cara melakukan kamuflase pada bagian depan kafe sehingga tidak terlihat secara jelas bahwa kafe tersebut beroperasi," kata Kepala Bidang Industri Pariwisata Disparekraf DKI Jakarta Bambang Ismadi melalui keterangan tertulis, Kamis (25/2).

Atas hal ini, Bambang menyatakan kafe itu telah melanggar aturan protokol kesehatan selama PSBB DKI Jakarta. Selanjutnya, penutupan RM Cafe menjadi kewenangan Satpol PP DKI Jakarta. Hal ini mengacu pada Pasal 28 ayat 4 Pergub Nomor 3 Tahun 2021.

"Terhadap pelanggaran PSBB oleh usaha tersebut, sudah tindaklanjuti oleh Satpol PP," jelasnya.

sumber: detik.com