SIANTAR, HETANEWS.com -  Fauzi Munthe, saksi sekaligus pelapor perkara penistaan agama oleh 4 terdakwa Petugas Forensik RSUD Djasamen Saragih akan melakukan gugatan pra peradilan atas surat ketetapan penghentian penuntutan (SKP2) Kejaksaan Siantar. 

Fauzi melalui kuasa hukumnya Efi Risa Junita mengatakan, adapun alasannya pra peradilan pihaknya mempertanyakan penghentian penuntutan perkara oleh penuntut umum. Dimana berkas perkara tersebut sebelumnya sudah dinyatakan lengkap (P21).

"Bila jaksa oenuntut umum merasa perkara ini masih kurang bukti, seharusnya tindakan yang diambil adalah mengembalikan berkas perkara kepada penyidik (P19),” katanya saat gelar Konferensi Pers di kantor LBH Amanah Haq di jalan Ade Irma Suryani, Kamis (25/2/2021).

“Dan dengan petunjuk agar penyidik melengkapi petunjuk dari jaksa penuntut bukan menghentikan penuntutannya," ucapnya menambahkan.

Efi mempertanyakan apa dasar hukum penuntut umum sehingga mengeluarkan SKP2 sementara berkas sebelumnya sudah dinyatakan lengkap. Sebagaimana diketahui, 4 terdakwa Petugas Forensik dijerat Pasal 156 huruf a Juncto pasal 55 (1) KUHPidana.

"Kami belum menemukan apa dasar hukum dari Kajari Siantar untuk menghentikan perkara ini," ungkap Efi.

Ia menjelaskan, gugatan pra peradilan ini dilakukan sesuai Pasal 77 KUHAP. Pra peradilan akan dilakukan setelah klienya menerima salinan SKP2 resmi dari pihak kejaksaan. Sementara saat ini, kata Efi, Fauzi Munthe belum menerima salinan tersebut.

Baca juga: Perkara Penista Agama Pria Memandikan Jenazah Wanita Dihentikan