JAKARTA, HETANEWS.com - Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, pihaknya saat ini tengah mengubah dua unit pesawat jenis Airbus untuk dijadikan angkutan khusus kargo. Sebelum diubah, kedua pesawat terasebut biasa dioperasikan maskapai pelat merah itu untuk mengangkut penumpang.

“Kita akan menyediakan beberapa pesawat khusus kargo. Insyaallah bulan depan kita sudah selesai konversi dua Airbus kita. Jadi atas bawah semuanya kargo, kursi kita tarik semua, bisa menampung 50 ton,” ujar Irfan dalam wawancara virtual, Rabu (24/2/2021).

Irfan menjelaskan, hal tersebut dilakukan karena Garuda Indonesia melihat potensi bisnis kargo yang menjanjikan di masa pandemi Covid-19.

Dalam kondisi normal, lanjut dia, kontribusi bisnis kargo ke pendapatan Garuda Indonesia sebesar 10 persen. Di masa pandemi Covid-19, kontribusi bisnis kargo ke keuangan Garuda Indonesia meningkat menjadi 30 persen.

“Malah di beberapa waktu bisa mendekati 60-70 persen. Kami sih memperkirakan mustinya nanti dalam kondisi normal kita punya bisnis kargo di angka 30-40 persen,” kata dia.

Apalagi, kata Irfan, ia kerap berdiskusi dengan eksportir di daerah-daerah. Dari diskusi tersebut, para eksportir mengeluhkan mengenai angkutan logistik yang terbatas, sehingga mereka kesulitan dalam mengekspor.

“Ini yang lagi kita coba diskusi dengan banyak teman dan saya tidak akan menafikan bahwa kita nanti ke depan akan fokus juga memperbesar ke kargo, sehingga kita banyak punya customer UMKM. Ini yang perlu kita dorong. Jadi bukan bisnis kargo yang ada kita mau kita ambil alih, tapi kita justru pendorong,” ungkapnya.

Sumber: kompas.com