SIANTAR, HETANEWS.com - Kejaksaan Negeri Siantar menutup dan menghentikan perkara penistaan agama kasus pemandian jenazah wanita oleh 4 pria.  Perkara tersebut dinyatakan ditutup dalam surat ketetapan penghentian penuntutan (SKPP) No B-505/I.2.12/Eku.2/02/2021.

Penghentian penuntutan ini disampaikan langsung oleh Kajari Agustinus Wijono Dososeputro saat  konferensi pers di Kantor Kejari Siantar, Rabu (24/2/2021).

Menurut Kajari alasan penghentian perkara karena tidak cukup bukti dalam pasal penistaan agama. Karena para terdakwa tidak bermaksud melakukan penistaan, hanya melaksanakan tugas nya sebagai perawat forensik.

Kepada terdakwa sempat dilakukan tahanan kota. Agustinus menjelaskan, ada kekeliruan oleh jaksa peneliti dalam kasus tersebut. 

Oleh karena itu, sebelum berkas perkara dilimpahkan ke Pengadilan dilakukan pemeriksaan ulang oleh Kajari.

“Sehingga disimpulkan jika pasal penistaan agama tidak ditemukan salah satu unsur pembuktiannya. Sehingga perkara dinyatakan ditutup,” jelas Agustinus.

Meski demikian, perkara ini dapat dinaikkan kembali jika ada bukti baru atau adanya putusan pengadilan. 

Kemarin, Selasa (23/2) Kejari melakukan upaya restorative justice yang diusulkan Kejari antara keluarga korban dan para terdakwa tidak menemukan titik terang.

Sebagaimana diketahui  keempat terdakwa berstatus tahanan kota pasca diserahkan ke Kejari Siantar.

Keempat terdakwa dijerat dengan pasal 156a Jo pasal 55 (1) ke-1 KUHPidana tentang  penistaan Agama, kasus memandikan jenazah wanita yang bukan muhrimnya. 

Baca juga: Empat Pemandi Jenazah Ditetapkan Kasus Penista Agama