SIANTAR, HETANEWS.com - Pemko Siantar akan menuntaskan lahan Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) dan tempat pemakaman umum (TPU), dimana sebagian lahan di Tanjung Pinggir di Kecamatan Siantar Martoba, Kota Siantar.

Kepala Bidang (Kabid) Pengelola Kekayaan Daerah pada Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kota Siantar, Alwi Andrian Lumban Gaol, saat di temui di ruangan kerjanya mengatakan ada sekitar 100 hektar yang direncanakan tahun ini 2021 tuntas. 

"Dari 573 hektar lahan Tanjung Pinggir yang merupakan milik BUMN (PTPN III),  100 hektar lebih rencananya tahun ini akan dibebaskan Pemko Siantar," ujarnya Selasa (23/02/2021).

Lanjutnya, Pemko Siantar telah menyiapkan anggaran Rp 20 miliar lebih untuk membebaskan 100 hektar lahan Tanjung Pinggir. 

"Dalam hal ini angaran Rp 20 miliar lebih akan digunakan untuk ganti rugi kepada pemilik lahan (BUMN), ganti rugi terhadap objek yang ada diatas lahan dan untuk proses ganti rugi," ujarnya.

"Untuk proses ganti rugi kita juga akan melibatkan tim apresial yang dihunjuk Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Jadi yang menghitungnya nanti dari KJPP," ujarnya menegaskan kalau mereka hanya menyiapkan anggaran.

Lanjut Alwi, lahan yang 100 hektar itu di utamakan untuk TPA, TPU dan juga lahan perkantoran serta Janan ring road 

"kita berharap pembebasan sebagian lahan Tanjung Pinggir itu tuntas dilakukan tahun ini, dengan tetap memperhatikan kemampuan keuangan daerah," tegas Alwi. 

Saat disinggung terkait pembebasan lahan 573 upaya apa yang telah di lakukan kembali?

Sedangkan untuk mengeksekusi pembebasan lahan secara keseluruhan (573 hektar) hingga terjadi perpindahan perkantoran dilingkungan Pemko Siantar akan ditargetkan tuntas dalam 15 tahun. 

" Target kita 15 tahun harus sudah selesai semua. Dan kita berharap agar masyarakat dapat bekerja sama dalam membangun Kota Siantar. 

Ungkap Alwi, kalau pembebasan lahan sudah dilakukan maka akan banyak dana yang bisa di kucurkan pemerintah pusat untuk melengkapi fasilitas TPA, TPU dan infrastruktur lainnya.