Kronologis Gugatan Lumban Tongah-Tongah

SIMALUNGUN, HETANEWS.com – Dimulainya sengketa tanah terperkara berawal dari Huta Parmanukan yang dahulu kala dikuasai keturunan Marsa Sinaga, tanah ini diketahui selama ini dipinjamkan oleh nenek penggugat untuk diusahai.

Pada tahun 1974, tanpa seijin dan sepengetahuan para ahli waris, tanah ini kemudian dirampas dan dikuasai oleh para tergugat dari tangan Japet Sigiro dan Lepi Sigiro (yang sebelumnya menguasai-red).

Ahli waris yang merasa keberatan karena para tergugat tidak menggubris anjuran agar tidak lagi melakukan pengrusakan berupa penebangan pohon yang tumbuh diatas tanah terperkara kemudian melakukan gugatan hukum ke Pengadilan Negeri Pematangsiantar.

Keputusan pengadilan negeri tingkat I di pematangsiantar dengan nomor putusan No.22/Perd/1975/PN-Pms menyatakan bahwa yang berperkara adalah Dahim Sinaga melawan Mahol Sinaga, Bagian br Nainggolan, jadingan Sinaga, Tamuria br Sinaga dan Tomuian Sinaga dalam sengketa tanah Parmanukan.

Adapun saksi yang dihadirkan oleh Dahim Sinaga terdiri atas enam orang saksi. Kesaksian yang didapat oleh para saksi yang diajukan Dahim Sinaga selaku penggugat hanya menyatakan bahwa luas Parmanukan sekitar 1Ha, akan tetapi dalam pertimbangan amar putusan tidak dimasukkan luasnya sesuai dengan putusan No.22/Perd/PN-Pms JO No.115/Perd/1976/PT.Medan dan JO Putusan MA No.498K/Sip?1978 tertanggal 13 Juni 1979.

Putusan menolak eksepsi dari para tergugat dan mengabulkan gugatan penggugat untuk sebahagian, menolak gugatan penggugat untuk sebahagian lainnya. Putusan tahun ’75 ini juga menetapkan bahwa tanah terperkara adalah sah milik dari para penggugat.

Warga desa Lumban Tongah Tongah saat memberikan keterangan dasar penolakan kepada awak media hetanews di lapangan pasca aksi penolakan warga 

Putusan tertanggal 29 september 1975, ditandatangani oleh Hakim Ketua, Harun Siagian, SH dan distempel.

Di tahun 1980 diketahui Dahim Sinaga menjual Lumban Tongah – Tongah kepada Ny.Norita Sinulingga sebagai komisaris PT. Parapat View.

Pada tahun 1985, Harason Sinaga, orangtua dari Majol Sinaga, maju sebagai penggugat melawan Manalisi Sinaga, Lehim Sirait, Hiskia Manik, Derik Manurung, Ny. Norita Sinulingga, Jomen Purba, Hormat Manurung, Selamat Sirait, Nai Norman br Sirait, dna Jouman Sinaga.

Hasil dari gugatan Harason Sinaga berakhir dengan perdamaian an dilakukan sita terhadap perkara No.15/Perd/1985/PN-Sim yang ditandatangani oleh juru sita Pengadilan Simalungun atas nama Fachilan Zulher dan telah dilakukan sita dengan No.6/C.B/Perd/1985/PN.Sim

Kondisi pada saat warga Huta Lumban Tongah - Tongah mendesak pihak juru sita membatalkan pembacaan sita eksekusi

Dalam sita tersebut diketahui memuat batas, luas, dan gambar pengukuran (distempel PN Simalungun).

Diketahui juga pada tanggal 20 April 1985 terjadi penjualan sebidang tanah di Lumban Tongah-Tongah yang luasnya 1.800 m2 dari Harasan Sinaga kepada Ny.Nurita Sinulingga.

Pada tahun 2016, ahli waris Dahim Sinaga (yang pernah menjual Lumban Tongah-Tongah kepada Ny.Nurita Sinulingga sebgai Komisaris Hotel Parapat View-red) menggugat kembali Lumban Tongah-Tongah di PN Simalungun yang dasar gugatannya putusan tahun ’75, ’76 dan putusan kasasi tahun ’78.

Pihak juru sita pengadilan negeri simalungun membatalkan pembacaan sita eksekusi terhadap Huta Lumban Tongah - Tongah

Dalam gugatannya mengatakan luas Parmanukan 1,5Ha, hal ini tidak disertai alat bukti pengukuran BPN. Gugatannya juga tidak menarik Parapat View sebagai objek terperkara sekalipun berdiri diatas objek perkara.

Kejanggalan semakin terlihat ketika Manalisi Sinaga yang dalam perkara tahun ’75 tidak ditarik sebagai pihak berperkara, melainkan menjadi saksi Dahim Sinaga. Sementara di perkara tahun 2016, Manalisi Sinaga ditarik sebagai pihak berperkara.

Di tahun 2019, BPN melakukan pengukuran terhadap objek perkara dengan hasil luas total adalah 29.798 m2 (2,97 Ha) sedangkan juru sita tidak mengukur luas objek terperkara sebagaimana amar putusan yang dimaksud.

Bahwa di objek yang sama sudah ada letak sita tahun ’85 dengan nomor penetapannya No.6/C.B/Perd/1985/PN-Sim yang sudah ditandatangani juru sita pengadilan atas nama Fachrian Zulher dan telah diukur, digambar dan distempel oleh pengadilan.

Diketahui juga berdasarkan sita jaminan No.6/C.B/Perd/1985/PN-Sim luas tanah Lumban Tongah-Tongah kira kira 25.000 m2 (diluar daripada luas parmanukan).

Baca juga: (EKSKLUSIF) Jalan Panjang Warga Parapat Pertahankan Tanah Leluhur - Part 2