SIANTAR, HETANEWS.com - Sosok pria yang dikenal dengan panggilan Pak Relawan mulai berdagang makanan sejak usianya 20 tahun. 

Manis getir ia lalui selama menjajakan dagangannya. Kini ia tiba di titik yang strategis, usaha kulinernya ia namai 'Kede Ke Mana Lagi'.

Di lapaknya ia menyajikan berbagai menu. Gado gado, pecel, bubur kacang hijau, candil, kolak dan cendol. Makanan buatannya sudah akrab di lidah.

Maka tidak sedikit penyuka kuliner datang ke Jalan Parsoburan, Kelurahan Kristen, Siantar Selatan hanya untuk mencicipi makanan buatan Relawan.

"Awal mulai usaha, saya berjualan dengan berkeliling memakai sepeda di seputaran kelurahan Kristen hingga di tahun 1999," kata Relawan kepada Hetanews.

Setahun kemudian ia membuka warung di Jalan Tarutung. Namun pada 2011 usahanya pindah tempat di seputaran Sekolah RK Bintang Timur.

"Waktu di jalan Tarutung, saya itu berjualan cuma dua jam dari jam 16.00 sampai 18.00 tapi memang tidak pernah berhenti karena selalu dikunjungi banyak orang," katanya.

Menurut Relawan, kondisi pandemi Covid 19 saat ini pembeli terasa berkurang meski tidak terlalu signifikan.

"Jualan tetap laku tapi sedikit menurun. Kalau biasanya jualan bisa mencapai 100 bungkus, sekarang ini bisa 90 bungkus," ungkapnya.

Bagi Relawan, meski kondisi harga bahan pokok naik di pasaran,  ia tidak serta merta menaikkan harga jual dagangannya. Alasannya ia tetap menjaga konsumen.

"Kalau soal harga, saya tidak menaikkan harga. Walaupun harga bahan naik, saya juga tidak mengurangi porsi. Tidak apa-apa untuk kita sedikit tapi para pembeli tetap berdatangan setiap hari," tutupnya.

Baca juga: 'Kami Minta Pihak Kebun Perhatianlah Sama Jalan Kami'