SIMALUNGUN, HETANEWS.com - SatPol PP membongkar kios milik pedagang di seputaran Jalan Pora pora, Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon.

Tindakan ini dilakukan dalam rangka Penataan dan Pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (P2KSPN) di kawasan Danau Toba Parapat.

Pembongkaran kios dilaksanakan mulai Jumat 19- 20 Februari 2021. Pembongkaran bangunan semi permanen itu turut menggunakan alat berat. 

Ada pula pedagang berinisiatif membongkar lapaknya sendiri. Sedikitnya ada 170 lapak jualan pedagang yang diratakan.

SatPol PP dibantu oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun. Tim Kejari Simalungun dipimpin langsung oleh Kasi Intel Ratno Timur Habeahan Pasaribu.

Ratno menjelaskan, selain mendukung P2KSPN, pihaknya melakukan pendampingan hukum dalam pelaksanaan penertiban oleh SatPol PP.

"Artinya pendampingan dalam pemberian pendapat hukum kepada SatPol PP sebagai leading sector penertiban, jika ada keragu-raguan dalam penerapan aturan hukum," kata Ratno melalui keterangan tertulis, Sabtu (20/2/2021).

Ratusan kios pedagang di lokasi tergolong sudah cukup lama beroperasi. Para pedagang berjualan berbagai souvenir dan kuliner.

Menurut Ratno, mengenai relokasi tempat pedagang bukan domain Kejaksaan. Ia menjelaskan, pendampingan pihaknya saat ini dalam fungsi Datun (Perdata dan Tata Usaha Negara).

"Jika ada gugatan secara perdata kepada Pemkab Simalungun akibat penertiban tersebut, maka Jaksa sebagai pengacara negara akan melakukan pendampingan hukum," jelasnya.

Baca juga: Kerumunan Tak Terbendung, Eksekusi Lahan Di Parapat View Ditunda