MEDAN, HETANEWS.com - Peran dua bidan di balik kasus dugaan penjualan bayi di Medan, Sumatera Utara, tersingkap. Kedua bidan itu diduga berperan sebagai penyalur.

Kasus ini terungkap setelah tim Polda Sumut menerima informasi terkait adanya penjualan bayi oleh tersangka A, Jumat (12/2) pukul 13.00 WIB. Polisi langsung melakukan investigasi.

Setelah itu, tersangka A diamankan. Barang bukti berupa dua unit ponsel, uang tunai Rp 3.682.000, dua lembar KTP, SIM, serta STNK motor turut disita.

"Pelaku sendiri diancam Pasal 76 F jo 83 UU 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Kasusnya saat ini masih dalam tahap pengembangan," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja melalui Kasubdit IV AKBP Simon Sinulingga, pada Senin (15/2).

Kepada polisi, tersangka A mengaku membeli bayi seharga Rp 5 juta kemudian dijual Rp 28 juta. A menyebut bayi itu bukan anaknya.

"Jadi, kemarin sudah dimintai keterangan si pelaku inisial A itu, saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka. Kemudian bayi yang masih kita amankan itu satu, bayi laki-laki berumur 14 hari, saat ini dirawat di RS Bhayangkara," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi dimintai konfirmasi, Rabu (17/2).

"Bukan (anak si A, dari pengakuannya). Pengakuan sementara, dia itu membeli Rp 5 juta kemudian menjualnya itu yang disepakati dengan anggota kita yang lakukan undercover itu Rp 28 juta. Itu kan tertangkap tangan. (Motifnya) dia hanya mencari keuntungan," ujar Hadi.

Tak lama setelah itu, Polda Sumut menangkap 2 orang bidan yang diduga terlibat dalam kasus perdagangan bayi di Medan. Dua bidan tersebut diamankan setelah polisi mendapatkan keterangan dari tersangka kasus perdagangan bayi di Medan berinisial A.

"Dari pemeriksaan sementara, ditemukan bukti baru bahwa tersangka sudah beberapa kali melakukan penjualan bayi. Salah satunya dari handphone tersangka ada pengiriman bukti transfer sebesar Rp 13 juta ke wanita inisial RS yang berprofesi sebagai bidan," kata Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Sumut AKBP Simon P Sinulingga, Kamis (18/2).

Saat mengamankan RS, polisi juga menemukan seorang bayi. Selain RS, bidan lain yang ditangkap berinisial SP.

"Mengamankan bayi lainnya berusia 3 minggu. Bayi sudah dititipkan di RS Bhayangkara Medan," kata Simon.

Sehari kemudian, polisi mengumumkan bahwa kedua bidan tersebut menjadi tersangka. Setelah menjadi tersangka, dua bidan ini ditahan.

"Tersangka sudah tiga. Iya betul (dua bidan ditetapkan sebagai tersangka)," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi, Jumat (19/2).

Lalu apa peran kedua bidan tersebut? Berdasarkan hasil pemeriksaan, dua bidan itu mengaku sebagai penyalur bayi. "Bidan itu hasil keterangannya sebagai penyalur," kata Hadi.

Namun Hadi mengatakan pihaknya masih terus mendalami peran kedua bidan. "Kita masih mendalami apakah sebatas penyalur atau yang membantu persalinan juga," ucapnya.

Baca juga: Kasus Penjualan Bayi di Medan, 2 Bidan Jadi Tersangka dan Ditahan!

sumber: detik.com