HETANEWS.com - Tes harian corona ke individu pecah rekor. Per Jumat (19/2), Kemenkes berhasil memeriksa 71.814 orang dalam 24 jam. Rekor sebelumnya terjadi pada 28 Januari 2021. Saat itu, tes corona individu dilakukan ke 54.114 orang.

Menanggapi ini, juru bicara Satgas COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, memastikan pemerintah terus berusaha meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk urusan testing. Wiku berjanji pihaknya akan terus menyajikan data secara akurat.

Laporan media harias COVID-19 19 Februari 2021.
Foto: Kemenkes RI
Laporan media harias COVID-19 19 Februari 2021.
Foto: Kemenkes RI

"Kita tidak bisa memungkiri bahwa laju penularan masih ada. Kenaikan atau penurunan angka kasus COVID-19 yang ada menjadi bahan evaluasi pemerintah baik dalam upaya meminimalisir peluang penularan, peningkatan kualitas pelayanan, maupun meningkatkan kualitas sistem pencatatan dan pelaporan yang masih berjalan sampai saat ini," ujar Wiku saat dihubungi, Jumat (19/2).

"Pemerintah terus berusaha menyajikan data yang real time dan akurat," sambungnya.

Beberapa waktu belakangan, tes corona di Indonesia anjlok. Hal ini disebabkan libur panjang sehingga banyak lab di luar jejaring Kemenkes yang tutup.

"Penurunan ini adalah penurunan terdrastis yang pernah terjadi dalam kurun waktu 1 minggu selama pandemi," kata Wiku, Kamis (18/2).

Adapun, dari 71.814 orang yang diperiksa hari ini, Indonesia mencatat penambahan 10.614 kasus positif. Itu berarti, positivity rate COVID-19 harian (perbandingan antara jumlah kasus positif dengan jumlah tes) menurun di angka 14,78 persen.

Meski belum memenuhi standar WHO yakni di bawah 5 persen, positivity rate Indonesia hari ini cukup menurun. Tes individu sangat berpengaruh terhadap positivity rate di Indonesia yang harus ditekan ke persentase angka terendah.

Sumber: kumparan.com