SIANTAR, HETANEWS.com - Oknum Juru parkir di kota Siantar yang melakukan pengutipan melebihi dari tarif yang sudah ditentukan oleh Pemko Siantar menjadi sorotan. Dishub Siantar diminta tegas dan tidak sepele.

Pengacara Reinhard M Sinaga menyesalkan para oknum Jukir mengambil uang parkir kereta [Sepeda Motor] Rp 2000 padahal biaya parkir cuma Rp 1000.

"Apakah pengutipan itu pakai karcis atau tidak? Kalau tidak itu jelas pungli Dinas Perhubungan segera melakukan tindakan," kata Renhard saat berkunjung ke kantor Hetanews.com Kamis (18/2/2021).

Meskipun begitu, kata dia, masyarakat Kota Siantar ini tidak ada yang mengeluh karena ringannya nilai keuntungan yang diambil oleh jukir.

"Sebenarnya, kalau itu menjadi persoalan bagi para konsumen, sebaiknya mereka menghubungi Dinas Perhubungan dan Dinas Perhubungan bila perlu mencabut CV yang mengontrak jasa parkir itu," ujarnya.

Baca juga: Ramai Curhatan Pengunjung Soal Parkir, Mengundang Komentar Kalangan Netizen Siantar

Terpisah, Ketua komisi III DPRD Kota Siantar Denny Siahaan menyebutkan oknum juru parkir (jukir) yang mengutip uang parkir melebihi yang ditetapkan Perda no 5 tahun 2011 harus segera ditindak oleh Dinas Perhubungan Kota Siantar.

Ketika disinggung terkait karcis parkir, Denny menyebutkan karcis sudah menjadi keluhan sejak lama. Setiap RDP Dishub mengaku menyerahkan  karcis kepada Jukir.

"Kalau mau jujur kita tanpa bela siapapun, Dishub lebih senang kalau laku karcisnya, sebab mereka bisa hitung berapa pendapatan masuk ke kas daerah," Terang Denny.

Keterangan yang didapat Denny dari Dinas Perhubungan, jukir tidak mau memberikan karcis. Bahkan Dinas Perhubungan terkesan menentang jika Jukir tidak punya karcis mereka tindak.

Baca juga: Noda Hitam Dinas Perhubungan Kota Siantar