JAKARTA, HETANEWS.com - Pemerintah terus menggencarkan program vaksinasi COVID-19. Presiden Jokowi memerintahkan agar vaksinasi terhadap 181,5 juta masyarakat Indonesia selesai tahun ini agar herd immunity tercapai.

Namun muncul pertanyaan bagaimana proses vaksinasi pada bulan Ramadhan nanti, apakah lanjut atau tidak. Sebab umat Islam harus melaksanakan puasa Ramadhan.

Menanggapi hal itu, Wakil Presiden Ma'ruf Amin menegaskan bahwa kegiatan vaksinasi tidak akan membatalkan ibadah puasa. Sehingga ia menyebut vaksinasi tetap berjalan pada bulan Ramadhan April-Mei nanti.

"Enggak apa-apa, karena itu bukan masuk dari lubang, kalau dari hidung lubang mulut, nah ini kan enggak," kata Ma'ruf kepada wartawan, Kamis (18/2).

Namun Ma'ruf tidak secara gamblang menjelaskan apakah vaksinasi di bulan Ramadhan tetap dihelat siang atau malam hari. Kalau Presiden Jokowi sudah ancang-ancang memilih di malam hari.

"Di bulan puasa, nanti vaksinasi akan dilakukan di malam hari. Tapi saat siang hari, tetap bisa dilakukan di daerah-daerah yang nonmuslim," kata Presiden Jokowi saat bertemu sejumlah pemimpin redaksi media nasional di Istana Merdeka, Rabu (17/2).

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi tidak menjelaskan lebih detail mengapa pelaksanaan vaksinasi akan dilakukan malam hari. Apakah karena terkait pendapat ulama bahwa suntikan cairan ke dalam tubuh bisa membatalkan puasa atau lebih pada faktor kesehatan. Orang yang akan divaksin memang harus dalam kondisi fit.

  • Pandangan Ulama

Sementara itu, senada dengan Ma'ruf, ulama HM Baharun memberikan pengetahuan dan pandangannya terkait hal ini. Termasuk apakah vaksinasi membatalkan puasa atau tidak.

"Vaksinasi seperti suntikan obat lainnya, tidak membatalkan puasa. Yang membatalkan puasa itu jika makanan, cairan atau obat-obatan lainnya masuk ke organ terbuka jasad manusia seperti mulut, lubang hidung, lubang telinga dan atau anus (dubur)," kata Baharun yang juga Ketua Bidang Dakwah PP Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) kepada kumparan, Kamis (18/2).

Dalam konteks vaksinasi nasional masih terus berlangsung pada bulan suci Ramadhan nanti, menurutnya, sebenarnya bisa dilaksanakan siang hari. Namun Baharun melihat rencana dari Presiden Jokowi menggelar di malam hari sebagai bentuk kehati-hatian.

"Bila Presiden Jokowi menghendaki dilakukan vaksinasi malam hari, barangkali karena ikhtiar kehati-hatian (ikhtiyath) saja. Karena memang masih ada pendapat minoritas ulama yang tidak membolehkan karena alasan kehati-hatian tadi," ujar HM Baharun.

Baca juga: Momen Wapres Ma'ruf Amin Divaksinasi Coron

sumber: kumparan.com