Oleh Milla Joesoef

Perlukah perempuan berpolitik? Apakah politik perempuan adalah politik bersegmentasi khusus pada isu-isu perempuan? Lantas apa itu politik perempuan?

Politik menurut Aristoteles adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama, maka tujuan dari berpolitik itu adalah meniti jalan-jalan, segala tata cara, jerih payah atau upaya untuk mewujudkan kebaikan bersama. Mulia, bukan? 

Lantas mengapa perempuan juga harus turut serta? Karena hanya perempuan lah yang paling mengerti realitas problema-problema keseharian, bahkan harga minyak di toko lain yang selisih harganya lebih murah seribu saja perempuan tahu akan itu!

Masalah harga-harga kebutuhan pokok, ongkos angkutan umum, biaya pendidikan yang mahal, sampai isu-isu masalah domestik hingga kemasyarakatan di sekitar pun biasanya para ibu, kaum perempuan lah yang lebih dahulu tahu.

Ini adalah lebih besar dari persoalan inferior-superior, lebih besar dari sekedar perkara gender yang di-kelas-dua-kan, lebih besar dari menggolkan RUU PKS, RUU PPRT, hak cuti melahirkan dan lain-lain, perempuan mampu mengatasi lebih dari itu semua. 

Ketika para bapak-bapak di parlemen memprioritaskan undang-undang terkait bisnis berupa UU Minerba, Omnibuslaw, konsesi lahan yang mendulang banyak bencana, penanaman modal tanpa mempertimbangkan dampak ekologis dan sekelumit pragmatisme dalam pengambilan keputusan yang tak humanis itu,

welas asih perempuan-perempuan yang masih memiliki ketulusan hati pada bangsanya tentunya akan membawa perubahan yang signifikan.

Kekacaubalauan pemerintahan yang didominasi para politisi tak berjiwa negarawan ini akan teratasi, tentunya melalui kader-kader perempuan yang teruji dalam rekam jejaknya di masyarakat, dalam organisasi dan dalam partai politik.

Konsep ekonomi seperti apa yang kiranya akan para ibu yang memiliki integritas ini nanti hasilkan? Tata kelola perizinan yang memerhati pada keselamatan ekologisnya,

tata ruang dan tata wilayah dapat kita bayangkan tertata rapi layaknya superioritas para ibu dalam kerapian di rumah-rumahnya, hukuman apa yang akan dibuat untuk membuat jera para koruptor?

Dibutuhkan para perempuan, dibutuhkan para ibu untuk mengelola tanah air ini, untuk menanamkan cinta kasih yang utuh pada ibu bumi. Negara ini sedang sakit, dan saya yakin hanya kaum perempuan yang sanggup merawat dan menyembuhkannya.