KAMBOJA, HETANEWS.com - Kementerian Kesehatan Kamboja menyampaikan pada Senin, telah dilaporkan kasus pertama infeksi virus corona varian baru atau varian Inggris yang lebih mematikan dan lebih cepat menyebar di negara tersebut.

Kasus tersebut dikonfirmasi Pasteur Institute di Kamboja. Menurut Kementerian Kesehatan, para pasien sedang dalam perawatan di Pusat Pengendalian TBC dan Lepra Nasional di Phnom Penh. Warga yang terinfeksi ini baru tiba dari India dan China pada awal Februari, dan sempat transit di Simgapura dan Korea Selatan.

"Para pakar kedokteran dan WHO menemukan kematian yang lebih besar, kecepatan dalam penularan, dan tingkat keparahan dari varian yang ditemukan di negara ini, sejumlah kawasan, dan seluruh dunia," jelas kementerian tersebut, dilaporkan Khmer Times, dikutip dari Sputnik News, Selasa (16/2).

Kementerian mendesak warga waspada dan mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah infeksi varian baru ini.

Varian baru B.1.1.7 virus corona ditemukan dari sampel yang diambil dari pasien tersebut, pertama kali terdeteksi di Inggris pada musim gugur 2020. Varian ini diperkirakan 30 persen sampai 70 persen lebih mematikan dan 35 persen sampai 45 persen lebih menular daripada versi asli.

Kasus varian baru ini terdeteksi di lebih dari 82 negara. Selain tiga kasus baru varian baru ini, Kamboja telah melaporkan 479 kasus virus corona, di mana 469 orang sembuh, sejak awal pandemi. Sejauh ini tak ada laporan kasus kematian akibat Covid-19 di negara ini. 

sumber: merdeka.com