MEDAN, HETANEWS.com - Mahkamah Konstitusi telah menyatakan perkara Nomor 41/PHP.KOT-XIX/2021 gugatan pasangan calon nomor urut satu Akhyar Nasution dan Salman Alfarisi gugur. Setelah keputusan tersebut, KPU Kota Medan akan menggelar rapat pleno internal untuk menentukan jadwal penetapan wali kota terpilih.

Maksimal lima hari setelah keputusan, wali kota terpilih sudah ditetapkan. Pengamat Politik Universitas Sumatera Utara (USU) Warjio mengatakan, tidak ada lagi yang menarik dari Pilkada Medan 2020.

"Saya kira tidak ada sesuatu yang menarik, karena sudah diputuskan sedemikian rupa berdasarkan penilaian MK. Maka tidak asa lagi satu kekuatan politik yang mencoba mengambil atau menarik kembali. Karena itu tadi, politiknya sendiri secara praktis sudah mulai luntur ketika Pak Wali Kotanya (Akhyar) dilantik untuk sementara. Maka saya kita sudah selesai semua," ujarnya, Senin (15/2/2021).

Ia menambahkan, tidak ada lagi kepentingan politik satu sama lain. Masing-masing pihak pun sudah kembali kepada kelompok atau barisannya.

Baca juga: Jabatan Akhyar Berakhir Lusa, Sekda Bakal Jadi Plh Wali Kota Medan

"Dan saya kira udah selesai dan tidak ada sesuatu yang menarik lagi di dalam kontestasi Pilkada Kota Medan. Karena masing-masing sudah mendapat apa yang menjadi keinginannya," jelasnya.

Warjio berpendapat, secara politik, para pendukung akan tetap mencari kesempatan format politik masing-masing. Namun ia mengatakan, kekuatan pendukung nantinya akan mengalir kepada wali kota yang baru.

"Tapi kalau kekuatan itu mungkin nanti akan mengalir juga kepada wali kota terpilih, karena basisnya adalah kekuasaan. Jadi barang kali nanti para pendukung wali kota yang dulu (Akhyar), saya kira juga nanti akan merapat ke wali kota yang terpilih," ujarnya.

Mahkamah Konstitusi telah menyatakan perkara Nomor 41/PHP.KOT-XIX/2021 gugatan pasangan calon nomor urut satu Akhyar Nasution dan Salman Alfarisi gugur.

Baca juga: Akhyar Nasution Menghitung Hari Sisa Jabatan Wali Kota Medan, Sudah Berkemas Siap Pamit

"Hari ini 15 februari 2021 dipimpin oleh ketua MK Anwar Usman melalui sidang pleno, telah membuat suatu ketetapan bahwa perkara register no 41/PHP.KOT-XIX/2021 atau permohonan perkara perselisihan hasil pemilihan walikota dan wakil walikota medan tahun 2020 dinyatakan gugur dengan terlebih dahulu mempertimbangkan bunyi pasal 37 peraturan MK No 6 tahun 2020," ujar Kuasa Hukum KPU Kota Medan Faisal, Senin (15/2/2021).

Ia mengatakan, pihaknya bersyukur perkara tersebut telah dianggap selesai. Selain itu, ia berharap semua pihak, khususnya warga Kota Medan dapat menerima keputusan MK tersebut.

Faisal mengatakan, pihaknya menghormati setiap langkah dan tindakan konstitusional yang dilakukan oleh peserta pemilihan.

Termasuk sikap pasangan calon nomor urut satu Akhyar Nasution dan Salman Alfarisi yang menyampaikan permohonan pembatalan keputusan rekapitulasi hasil pemilihan ke Mahkamah Konstitusi pada 18 Desember 2020 lalu.

Baca juga: Pengacara yang Somasi Akhyar Nasution Mengaku Belum Dibayar Urus Sengketa Pilkada Medan

"Sebagai muara akhir pemilihan yang dibenarkan oleh UU Nomor 1 tahun 2015 tentang pemilihan kepala daerah, tentu sikap tersebut patut dihormati," katanya, Senin (15/2/2021).

Apalagi, kata dia, Mahkamah Konstitusi melalui peraturannya, baik Nomor 6 tentang tata cara penyelesaian sengketa, maupun Peraturan nomor 8 tahun 2020 tentang tahapan dan jadwal penyelesain perselisihan telah membuat aturan yang seimbang.

"Namun yang pasti, Pasangan calon nomor urut 1 telah menyampaikan permohonan pembatalan beserta dalil-dalilnya. Demikian juga Komisi Pemilihan Umum Kota Medan juga telah menyampaikan jawaban kepada Mahkamah berdasarkan fakta yang ada," ujarnya.

Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kota Medan Zefrizal mengatakan, berdasarkan PKPU Nomor 5 tahun 2020 tentang tahapan dan jadwal pemilihan serta Surat Dinas KPU Nomor 135 tahun 2021, penetapan wali kota terpilih dilakukan lima hari setelah keputusan MK.

"Bahwa lima hari setelah MK memutuskan permohonan dinyatakan gugur atau ditolak, maka KPU Kabupaten/Kota harus menetapkan calon terpilih. Untuk kepastian penetapan calon terpilih ditanggal berapa, Insha Allah besok melalui pleno internal KPU Medan akan bicarakan," katanya.

Baca juga: Cawalkot Medan Akhyar Disomasi Pengacara Terkait Fee Gugatan di MK

Sumber: tribunnews.com