Oleh: Triana Hutapea

Penduduk Sumatera Utara didomonisasi oleh penduduk usia produktif dengan persentase mencapai 69,79 persen sebagaimana hasil dari Sensus Penduduk 2020.

Persentase penduduk usia produktif ini terus meningkat dari 54,93 persen pada tahun 2010 menajdi 69,79 persen pada tahun 2020.

Jumlah penduduk usia produktif yang besar ini menunjukkan bahwa Sumatera Utara telah memasuki era bonus demografi.

Agar jumlah penduduk usia produktif tersebut memberikan bonus terhadap perekonomian dan pembangunan di Sumatera Utara maka diperlukan penyediaan lapangan kerja yang mencukupi.

Jika tidak, maka jumlah yang besar tersebut hanya akan menjadi beban karena hanya akan meningkatkan jumlah pengangguran dan kemiskinan di Sumatera Utara.

Dari hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2020 yang dilaksanakan oleh BPS tercatat bahwa tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Sumatera Utara kondisi Agustus 2020 sebesar 6,91 persen atau sekitar 508 ribu orang.

Tingkat pengangguran terbuka ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang bernilai 5,39 persen.

Adanya pandemi covid 19 mengakibatkan banyaknya usaha yang gulung tikar sehingga meningkatkan jumlah pengangguran. 

Peningkatan jumlah pengangguran ini berpotensi meningkatkan peningkatan jumlah penduduk miskin.

Jumlah penduduk miskin di Sumatera Utara tahun 2019 sebanyak 1.282,04 ribu orang atau sekitar 8,83 persen, meningkat menjadi 1.283,29 orang atau sekitar 8.75 persen pada tahun 2020.

Meningkatnya pengangguran dan penduduk miskin juga akan meningkatkan masalah sosial seperti kejahatan di masyarakat.

Pengangguran yang tidak memiliki penghasilan harus memenuhi kebutuhan ekonomi untuk bertahan hidup, menghidupi keluarga dan segala aspek yang berhubungan dengan kebutuhan hidup.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup tersebut, ada individu tertentu memilih melakukan hal-hal yang menyimpang dan melanggar hukum sehingga terjadilah tindakan kejahatan.

Jumlah kejahatan yang dilaporkan ke kantor polisi di Sumatera Utara tahun 2018 sebanyak 34.630 kasus meningkat bila dibanding pada tahun 2019 sebanyak 36.227 kasus.

Untuk menghindari terjadinya masalah tersebut sejak dini usia produktif harus membekali diri dengan kualitas SDM yang baik terutama dari segi pendidikan.

Adanya pandemi covid 19 yang terjadi pada saat ini berakibat buruk terhadap sistem pendidikan formal. Penduduk di usia sekolah harus melaksanakan sekolah jarak jauh (daring).

Jika tidak tersedia sarana dan prasarana pembelajaran yang baik serta didukung oleh kesiapan tenaga pengajar, maka bisa dipastikan akan menurunkan kualitas pendidikan.

Pemerintah sudah memberikan kebijakan berupa  program fasilitas kuota internet gratis bagi murid sekolah.

Namun sudahkah para tenaga pengajar dan murid memanfaatkan fasilitas kuota internet gratis secara optimal?

Selain memberikan fasilitas kuota internet gratis, sebaiknya pemerintah juga harus memberikan pelatihan kepada tenaga pengajar beberapa aplikasi pembelajaran online yang bisa digunakan dalam proses belajar mengajar seperti google classroom.

Tidak hanya sekedar memberikan video pembelajaran, tenaga pengajar juga sebaiknya melakukan video conference.

Video conference bisa dilakukan melalui beberapa aplikasi seperti google meet dan zoom sehingga tenaga pengajar bisa menjelaskan langsung pelajaran kepada siswa dan mengetahui kemampuan siswa dalam memahami pelajaran.

Dengan demikian meskipun belajar jarak jauh tidak akan mengurangi kualitas pendidikan di Sumatera Utara.

Penduduk usia produktif yang memiliki kualitas yang baik, akan mudah menciptakan lapangan pekerjaan dan mencari pekerjaan.

Untuk pendidikan non formal, pemerintah sudah membuat program kartu prakerja.

Program Kartu Prakerja adalah program pengembangan kompetensi kerja yang ditujukan untuk pencari kerja, pekerja/buruh yang terkena pemutusan hubungan kerja, dan/atau pekerja/buruh yang membutuhkan peningkatan kompetensi.

Berdasarkan informasi dari Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Utara, pelaksanaan kartu prakerja dalam proses pendaftaran secara online dimulai tanggal 11 April 2020, dan sampai dengan tanggal 23 Juni 2020 jumlah penerima kartu prakerja di 33 kabupaten/kota sebanyak 23.724 orang.

Semua program pemerintah ini tidak akan berhasil bila tidak didukung oleh penduduk Sumatera Utara.

Jika penduduk usia produktif sudah membekali diri dengan kualitas SDM yang baik, maka penduduk Sumatera Utara tidak hanya menunggu adanya lowongan pekerjaan tetapi lebih berinovasi menciptakan lapangan pekerjaan.

Memiliki jumlah penduduk usia produktif yang memiliki pekerjaan dan produktif, tentu saja memicu pertumbuhan ekonomi.

Selain itu Sumatera Utara juga berpeluang untuk memajukan kesejahteraan dan kemakmuran yang dapat menunjang serta memberikan kontribusi terhadap pembangunan negara.

Penulis: Fungsional Statistisi Badan Pusat Statistik Kabupaten Simalungun