Dino Patti Djalal kembali memberikan penjelasan soal kasus mafia tanah yang saat ini sedang ia hadapi.

Dino menyebut, Fredy Kusnadi merupakan seorang mafia tanah karena telah mengubah paksa kepemilikan sertifikat tanah milik Ibu Dino Patti Djalal di daerah Antasari, Cilandak Barat, Jakarta Selatan, tanpa sepengetahuan dan izin mereka.

Eks Wamenlu RI itu kemudian memberikan bukti keterlibatan Fredy Kusnadi dalam kasus ini. Dino mengatakan Fredy telah menggadaikan sertifikat tanah milik ibunya Rp 5 miliar ke sebuah koperasi.

"Sertifikat rumah milik ibu saya (digadaikan) ke suatu koperasi dari sana diuangkan sekitar Rp 4 atau Rp 5 miliar dan dibagi-bagi di antara mereka," ucap Dino di dalam postingan akun Instagramnya @dinopattidjalal, Minggu (14/2).

Hanya saja, Dino tidak menyebut identitas koperasi yang dimaksud. Tetapi uang hasil pegadaian sertifikat tanah milik ibunya itu dibagi-bagi kepada seluruh komplotan Fredy.

"Sudah saya berikan ke polisi adalah bukti transfer yamg diterima Fredy sebesar Rp 320 juta ini adalah sebagi bagian dari hasil pegadaian. Yang paling besar jumlahnya mungkin bosnya mungkin dapat sekitar Rp 1,7 miliar yang lain antara Rp 1 miliar dan Rp 500 juta jadi dibagi-bagi antara komplotan ini," tutur Dino.

Lebih lanjut, eks Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat itu akan tetap mengusut kasus ini hingga tuntas. Ia menyebut sudah waktunya dalang mafia tanah di Indonesia ditangkap.

"Semoga kasus ini dapat membangunkan perhatian yang lebih besar terhadap masalah yang menurut saya adalah suatu masalah yang sangat serius karena menyangkut rasa keadilan masyarakat dan upaya untuk membasmi kejahatan yang berurusan dengan pemalsuan dan penipuan tanah," tutup Dino.

Baca juga: Babak Baru Kasus Mafia Tanah: Dino Patti Djalal Dipolisikan Fredy Kusnadi

sumber: kumparan.com