MEDAN, HETANEWS.com - Anggota kepolisian berinisial RS menjadi korban amukan massa saat menangkap terduga pelaku pencurian.

Informasi yang berhasil dihimpun Tribun-Medan.com, kejadian tersebut terjadi atas kesalahpahaman antara seorang anggota polisi RS (57) dengan pemuda JSS (23) hingga berujung aksi pengeroyokan terhadap anggota polisi di Jalan Tol H Anif Desa Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan.

Aksi pengeroyokan ini diduga dipicu oleh adanya kesalahpahaman saat transaksi jual beli sepeda motor antara RS dengan seorang pemuda berinisial JSS (23). Diduga, penjualan kendaraan roda dua jenis matic tanpa dokumen lengkap.

Akibat kesalahpahaman itu, JSS yang merasa tersudut dan seketika berteriak minta tolong. Warga yang mendengar teriakan minta tolong JSS, terpancing dan menghajar RS hingga babak belur, sebelum akhirnya diamankan personel Polsek Percut Sei Tuan. 

Terkait kejadian tersebut, personel Polsek Percut Seituan berhasil mendamaikan kedua belah pihak. Kapolsek Percut Sei Tuan AKP Jan Piter Napitupulu yang dikonfirmasi awak media mengatakan bahwa keduanya sudah menempuh jalur perdamaian.

"Sudah damai, sudah selesai," ujarnya, Minggu (14/2/2021) siang.

Namun, dirinya tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai dugaan kesalahpahaman akibat selisih paham saat transaksi sepeda motor.

"Keduanya tidak saling menuntut," katanya.

Akibat peristiwa tersebut, oknum polisi terlihat mengalami lembam di bagian mata dan keningnya.

Sumber: tribunnews.com