SIANTAR,HETANEWS.com - Salah seorang pengunjung yang datang ke Kota Siantar mencurahkan isi hatinya soal tarif parkir. 

Rael Sinaga, pemuda asal Serbelawan Kabupaten Simalungun ini, juga mempertanyakan berapa sebetulnya tarif parkir roda dua yang resmi ditetapkan pemerintah.

"Lae, yang berapanya uang parkir kereta di Siantar? Ku kasih uang Rp 5000 dipulangkan Rp 3000. Betulnya Rp2000 uang parkir?" Tanya Rael lewat pesan WhatsApp kepada Hetanews, Sabtu (13/2/2021).

"Tadi kuparkir keretaku di dekat pajak Horas diminta Rp 2000 padahal ada plangnya parkir kendaraan bermotor parkirnya cuma Rp 1000.

Rael mengaku tidak terlalu mempersoalkan jumlah uang yang diminta Juru parkir pada saat itu.

Namun dirinya bingung ia dimintai uang parkir Rp 2000 sementara di plang pemberitahuan masih dicantumkan biaya parkir roda 2 sebesar Rp 1000.

"Kenapa diminta Rp 2000? Apa memang semua kek gitu?," tulis Rael.

Masih kata Rael, ia pun tidak sampai meminta karcis parkir dari Jukir untuk memastikan hal tersebut. Ia khawatir itu akan memancing keributan.

Rael berharap, bila tarif parkir dinaikkan seharusnya pemerintah setempat harus mengganti plang pemberitahuan tarif. 

"Saya tidak minta (karcis-red) Lae, sakit kepala kalau ribut karena uang Rp 1000," tulis Rael mengakhiri keluh kesahnya.

Terpisah, Immanuel Lingga, selaku anggota Komisi III DPRD Siantar dimintai pendapatnya soal tarif parkir mengatakan tarif diatur dalam Perda No 5 Tahun 2011. 

"Kita sampai saat ini belum melakukan perubahan Perda terkait tarif parkir, kita masih berlakukan Perda no 5 tahun 2011, Roda dua itu Rp 1000, Roda empat Rp 2000, roda enam ke atas Rp 6000," ucapnya.

Baca juga: Meski Dijaga Jukir, Sepeda Motor Di Taman Bunga Dicuri