JAKARTA, HETANEWS.com - Dino Patti Djalal menaruh harap ke Kapolri Jenderal Listyo Sigit dan Kapolda Metro Irjen Fadil Imran. Harapan ini terkait kasus mafia tanah yang telah membaliknama rumah ibundanya.

Dino Patti Djalal dalam kicauan di akun twitternya yang terverifikasi menyampaikan sosok nama dalang mafia tanah yakni Fredy Kusnadi.

Di twitnya itu, Dino Patti Djalal menyebutkan peran Fredy sebagai otak di balik kasus mafia tanah yang menimpa rumah ibunya di kawasan Jakarta Selatan.

Modus Fredy dan komplotannya, pura-pura hendak membeli rumah ibunya. Mereka menaruh deposit Rp 2 miliar lalu membawa sertifikat asli dengan alasan dicek di BPN.

Tapi di sana malah dibaliknamakan. Bukan hanya 1 rumah saja, Dino Patti Djalal menyebut ada 2 tanah lainnya yang juga jadi korban.

Dalam kicauannya juga, Dino Patti Djalal menyebut hasil investigasinya, sosok Fredy Kusnadi ini sudah ditangkap polisi, pada November 2020 lalu, namun tak lama dilepaskan. Yang mendekam di tahanan kini hanya kroconya. Hal ini yang dipertanyakan Dino Patti Djalal.

"Jelas di sini ada proses hukum yang tidak benar. Dalang ini pastinya ditangkap atas pengakuan tersangka lain yang siangnya tertangkap OTT, namun anehnya dalangnya setelah tertangkap kemudian dilepas polisi sementara 3 kroconya terus ditahan selama 2 bulan," kicau Dino Patti Djalal di akun twitternya yang dikutip kumparan, Jumat (12/2).

Yang terhormat Kapolri, Kapolda, sebagai korban mafia tanah, sebagai rakyat biasa, saya mohon informasi baru ini diusut. Ucapan saya dapat dipercaya. Taruhannya adalah reputasi, keseriusan + kredibilitas polisi di mata rakyat dalam #berantasmafiatanah

Dino menyampaikan, misi polisi di sini tidak rumit, tegakkan hukum, bela korban, tangkap mafia tanah.

"Selain saya, banyak sekali rakyat yang menjadi korban sindikat tanah. Kenyataannya, mafia tanah selalu lebih kuat daripada korban mereka. #berantasmafiatanah," ujar dia.

Dengan perkembangan baru ini, saya minta perlindungan dari Kapolda. Tapi kalu tidak diberi perlindungan juga tidak apa-apa, asal hukum ditegakkan dengan murni. Saya dan rakyat, akan menangis jikalau polisi tidak bisa melawan mafia tanah. Kalau bukan polisi yang membela kami, siapa lagi?

sumber: kumparan.com