MEDAN, HETANEWS.com - Seorang dokter mengalami hilang kesadaran sementara (syncope) usai menjalani vaksin Sinovac di Pendopo USU dalam rangka pekan vaksinasi massal, Rabu (10/2/2021). Diketahui dokter tersebut merupakan tenaga medis di Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara.

Ia sempat duduk di tempat observasi, di mana para penerima vaksin lainnya duduk melihat perkembangan vaksin selama 30 menit. Namun, tiba-tiba dokter pria tersebut ditandu dan dibawa ke ruang isolasi darurat.

Dokter Penanggungjawab Kejadian Ikutan Pasca Vaksinasi (KIPI) Irfan Hamdani menyebutkan pasien tersebut memang memiliki riwayat gangguan kecemasan di keramaian. Dia juga memiliki riwayat hipertensi dengan pemakaian dua obat.

"Sehingga pada menit 22 itu timbul rasa cemas. Rasa cemas itu yang meningkatkan tensi, kemudian menyebabkan dia syncope (pingsan) tiba-tiba. Rasa cemas yang berlebih, susah bernafas, seolah-olah ini bagian dari efek tambahan atau reaksi ikutan pasca-imunisasi," katanya.

Ia menyebutkan, pasien sempat mengeluhkan susah bernafas. Pihaknya pun langsung memberikan pemeriksaan dan pertolongan emergency dan langsung memantau kondisi kesadaran, oksigen, serta tekanan darah.

"Seluruhnya baik, kecuali tekanan darah yang sedikit meningkat. Tensinya sampai 175, sementara normal 120 mmHG," bebernya.

Untuk saat ini pasien mendapatkan perawatan di lokasi. Tim KIPI lakukan pemantauan 1-2 jam untuk melihat perkembangan gejala. Jika tidak ada gejala ikutan yang muncul, pasien akan dipulangkan.

"Dengan catatan tetap melaporkan gejala ikutan yang muncul pasca-pulang ke rumah.

Jadi, sebelumnya di proses screening dan diverifikasi layak ikuti vaksinasi. Cuma kalau gangguan kecemasan kan tidak ada ukurannya, sehingga tidak termonitor," bebernya.

Diketahui,  ribuan tenaga kesehatan mengikuti Pekan Vaksinasi Covid-19 di Pendopo Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, Rabu (10/2/2021).

Vaksinasi massal di Sumut ini merupakan perdana dilakukan dan hasil kerjasama dari Kementerian Kesehatan, Pemprov Sumut, Satgas Covid19, Universitas Sumatera Utara, RSUP Haji Adam Malik.

Anggota Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Provinsi Sumut dr Restuti Hidayani Saragih menyebutkan bahwa data terakhir nakes yang mendaftar berjumlah 2715 orang.

"Sampai tadi malam yang mendaftar tenaga kesehatan berjumlah 2715 mendaftar. Jadi pekan vaksinasi ini dilakukan satu hari yang nantinya selanjutnya akan diikuti 33 kabupaten/kota di Sumut dalam waktu sepekan," bebernya.

Amatan tribunmedan.id, sejak pukul 08.30 WIB hingga 11.30 WIB para tenaga kesehatan tersebut telah memenuhi gedung Pendopo USU dan bergantian berdatangan.

Mereka terlihat telah mengantre di kursi yang telah tersedia. Tampak para petugas medis telah bersiap di meja masing-masing dimana para nakes akan pertama kali masuk di meja pendaftaran, selanjutnya akan melalui meja pengecekan tensi dan kesehatan.

Selanjutnya, apabila nakes telah melewati tahap tersebut dilanjutkan menuju penyuntikan vaksin Covid-19. Setelah melalui vaksin para nakes tersebut akan diminta untuk duduk di tempat observasi selama 30 menit.

Kegiatan vaksinasi massal perdana tersebut dibuka langsung oleh Rektor Universitas Sumatera Utara, Muryanto Amin. Ia menyebutkan bahwa pihaknya dipercaya menjadi tuan rumah pembukaan pekan vaksinasi massal.

"Kami berterimakasih kepada piha Kementrian Kesehatan, Dinas Kesehatan Sumut dan Satgas Covid-19 telah mempercayakan Universitas Sumatera Utara menjadi tuan rumah. Pandemi Covid-19 masih berlangsung tadi kita dengar laporan terakhir bahwa angka Covid-19 masih meningkat meskipun pertumbuhan ekonomi meningkat. Tapi kota Medan ini memang payah kali turun," jelasnya.

Ia menyebutkan bahwa Rumah Sakit USU selama ini memang sudah melakukan banyak kegiatan dalam kaitan dengan dimulai dari awal hingga hari ini akan terus dilakukan.

"Terutama di Rumah Sakit USU maupun mikrobiologi kedokteran kalau misalnya hari ini pemerintah mulai mendistribusikan vaksin seluruh provinsi di Indonesia yang secara bertahap hingga Maret 2022 maka untuk saat ini provinsi Sumatera Utara mendapat jatah sekitar 40 ribu dosis," sebutnya

Muryanto menyebutkan bahwa dilakukan vaksinasi Covid-19 dilakukan dan diprioritaskan untuk tenaga kesehatan dan selanjutnya akan dilakukan kepada masyarakat luas.

"Vaksin covid-19 yang diprioritaskan untuk tenaga kesehatan setelah itu juga bisa berangsur-angsur kemasyarakatan perkiraan Kementerian Kesehatan kemarin kira-kira 2 sampai 3 tahun bisa didapat dengan cara yang mudah untuk semua masyarakat yang bisa kita berdoa agar ini proses ini bisa dengan cepat," tuturnya.

Sumber: tribunnews.com