JAKARTA, HETANEWS.com - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito mengimbau para dokter untuk berhati-hati sebelum mengizinkan kelompok lanjut usia (lansia) disuntik vaksin Soronavac atau Sinovac. Penny meminta para dokter untuk betul-betul melakukan skrining penyakit penyerta atau komorbid para lansia calon penerima vaksin.

"Proses skrining (deteksi dini) menjadi sangat penting sebelum dokter memutuskan untuk memberikan persetujuan vaksinasi," kata Penny dalam keterangan tertulisnya, Rabu (10/2).

Untuk itu, Penny mengatakan bahwa BPOM telah memberikan informasi atau fact sheet kepada tenaga kesehatan sebagai acuan sebelum melaksanakan vaksinasi.

"Ini dapat digunakan sebagai acuan bagi tenaga kesehatan dan vaksinator dalam melakukan skrining sebelum pelaksanaan vaksinasi," ujarnya.

Menurutnya, para dokter atau tenaga kesehatan perlu membuat manajemen risiko. Manajemen risiko itu sebagai langkah antisipasi dan mitigasi bila terjadi hal yang tidak diinginkan setelah vaksinasi. Sehingga, penyediaan akses pelayanan medis dan obat-obatan untuk penanganan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang serius harus disiapkan dari sekarang.

"Penyelenggara vaksinasi perlu memberi perhatian lebih kepada lansia yang akan divaksin. Kesiapsiagaan petugas kesehatan di lapangan juga merupakan hal yang sangat penting," ujarnya. 

sumber: merdeka.com