SIANTAR, HETANEWS.com - Majelis hakim Pengadilan Negeri Pematangsiantar pimpinan Simon CP Sitorus SH meringankan vonis bandar sabu, Ari Wahyudi (31).

Penduduk  jalan Deyah, kelurahan Bukit Sofa, kecamatan Siantar Sitalasari itu sebelumnya dituntut 17 tahun penjara dan denda 5 miliar rupiah oleh JPU Christianto Situmorang SH.

Hakim juga meringankan subsider menjadi 6 bulan. Warga bukit Sofa itu dinyatakan bersalah melanggar pasal 114 (2) UU RI No 35/2009 tentang peredaran narkotika.

Terdakwa terbukti mengedarkan sabu seberat 475,72 gram dan 50 butir (19,92 gram) ekstasi. 

Hal itu dibenarkan jaksa Christianto Situmorang SH yang dikonfirmasi wartawan Rabu (10/2/2021) di kantornya.

"Putusan dibacakan pada sidang Rabu lalu," kata Chris.

Hal-hal yang memberatkan perbuatan terdakwa yakni aktivitasnya yang bertentangan dengan program pemerintah dalam pemberantasan narkotika. Sedangkan hal meringankan adalah terdakwa mengakui serta menyesali perbuatannya.

Barang bukti yang diamankan berupa 1 unit handphone (Hp), 1 plastik berisi narkotika seberat 475,72 gram dan 1 plastik berisi 50 butir pil ekstasi seberat 19,92 gram dirampas untuk dimusnahkan.

Juga 1 unit mobil Daihatsu Xenia Nopol BK 1215 WD serta 1 lembar asli STNK mobil Daihatsu Xenia BK 1215 WD dirampas untuk negara.

Dikatakan Chris, terdakwa ditangkap hari Senin (8/6/2020) malam sekira pukul 22.00 WIB di jalan Deyah oleh Satres Narkoba Polres Siantar.

Penangkapan terdakwa itu hasil pengembangan dari saksi Andhika Pratama, Muhammad Wahyu Saputra Siregar, Andre Agasi Ambarita dan Leonardo Pakpahan (dalam penuntutan berkas terpisah) yang terlebih dahulu ditangkap.

Dari terdakwa diamankan barang bukti berupa 1 plastik berisi sabu dan 50 butir pil ekstasi yang disimpan di bagasi dekat rem tangan mobil.

Setelah dipertemukan dengan empat saksi itu, terdakwa mengakui juga ada memberikan 1 paket sabu sabu kepada saksi Andre untuk dipasarkan. Sabu dan ekstasi itu diperoleh terdakwa dari temannya yang panggilannya BLEK dari Kota Medan.