SIANTAR, HETANEWS.com - Keberhasilan pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) salah satunya ditentukan oleh kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang bertugas memberikan pendampingan dan pelayanan dalam pelaksanaan PKH. 

Keberadaan pendamping menjadi sangat penting sebagai social worker [Pekerja Sosial] untuk merubah mental dan perilaku penerima manfaat. 

Dari yang semula merasa miskin (tidak mampu) dan mempunyai ketergantungan pada bantuan pemerintah menjadi merasa mampu dan bisa mandiri dan sejahtera. 

Pendamping harus mampu menjalankan peran dan fungsi sebagai fasilitator, mediator dan motivator bagi penerima manfaat dalam memulihkan fungsi sosial mereka, dari yang semula kurang berdaya menjadi lebih berdaya.

Kabid Sosial Dinsos P3A, Risbon Sinaga mengatakan terdapat 64 E Warung yang telah disiapkan untuk 12.874 keluarga penerima manfaat. 

Patuhi Prokes

Penyaluran PKH dimonitoring langsung oleh Kadis Sosial P3A, Kabid Sosial, Kepala Seksi Pemberdayaan Sosial, Seluruh TKSK, Relawan Kelurahan, Lurah se kota siantar, SDM PKH.

Ia mengakui jumlah penerima sebelumnya ada yang mengundurkan diri karena status meninggal dunia. Namun pada tahun 2021 data penerima belum berubah.

"Dalam Penyaluran Sembako kita menghimbau agar berkoordinasi terlebih dahulu dengan pendamping. Koordinasi dengan pihak kelurahan. Dan yang paling terpenting tetap mematuhi protokoler Kesehatan," ujar Kabid Dinas Sosial Risbon Sinaga Senin, (8/2/2021).

Risbon meminta setiap E-Warung menyalurkan komoditi sembako sesuai Harga Pasar (TPID) dan wajib melayani KPM dengan Prokes. 

"Kita juga menghimbau agar dilaksanakan dengan Penuh tanggung jawab dan melayani Warga dengan Pelayanan Prima," ungkap Risbon.

Baca juga: Data Warga Terdampak Ekonomi Berubah Setelah Diverifikasi