HETANEWS.com - Sinovac Biotech pada Sabtu (6/2/2021) mengatakan, vaksin Covid-19 produksinya secara resmi telah disetujui oleh regulator produk medis China untuk digunakan masyarakat umum.

Ini menjadikannya sebagai vaksin Covid-19 kedua yang diberi lampu hijau untuk penggunaan publik di China, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (6/2/2021).

Sebelumnya, vaksin buatan lembaga Beijing yang bekerja sama dengan China National Pharmaceutical Group (Sinopharm) telah disetujui lebih dulu pada Desember 2020.

Sebelum persetujuan tersebut, kedua vaksin itu telah digunakan dalam program vaksinasi China untuk menargetkan kelompok-kelompok utama yang dianggap berisiko lebih tinggi terkena virus.

Dalam siaran persnya, Sionavac menyebut Indonesia, Turki, Brasil, Chili, Kolombia, Uruguay, dan Laos telah memberikan otorisasi penggunaan darurat.

Menjanjikan untuk lansia

Beberapa waktu lalu, Sinovac telah merilis data uji klinis fase I dan II pada orang dewasa sehat berusia 60 tahun ke atas. Hasilnya, vaksin Sinovac aman dan stabil pada orang dewasa yang lebih tua, dikutip dari Global Times, Kamis (4/2/2021).

Uji klinis fase I dan II melibatkan 422 orang dewasa berusia 60 tahun ke atas di Kota Renqui, China antara Mei dan Juni 2020.

Kemanjuran vaksin biasanya berkurang pada orang dewasa yang lebih tua karena sistem kekebalan mereka yang gagal, tetapi temuan menunjukkan vaksin Sinovac ditoleransi dengan baik oleh tubuh dan imunogenik pada orang dewasa sehar berusia 60 tahun ke atas. Selain itu, respons antibodi terhadap virus juga tidak berkurang pada kelompok kunci ini.

Efek samping

Disebutkan bahwa vaksin Sinovac memiliki efek samping ringan atau sedang. Reaksi yang paling sering dilaporkan adalah nyeri di area suntikan yang terjadi di antara 39 peserta, dan reaksi demam dirasakan oleh 14 peserta.

Sebagian besar reaksi itu terjadi dalam tujuh hari setelah vaksinasi dan peserta pulih dalam waktu 48 jam. Hasil uji klinis ini dirilis di jurnal medis Lancat pada Rabu (3/2/2021).

Para ahli vaksin China pun memuji hasil itu dan menyebutnya sebagai pertanda baik untuk perluasan penggunaan vaksin pada kelompok lansia.

Kendati demikian, Presiden Asosiasi Industri Vaksin China Feng Duojia menyebut data fase III dan persetujuan dari otoritas obat diperlukan untuk vaksinasi pada orang tua.

Menurutnya, data fase II untuk lansia tak dapat mewakili data kemanjuran fase III. Sebab, uji coba fase II lebih memantau tingkat antibodi, sedangkan fase III mengevaluasi tingkat pengurangan risiko infeksi melalui penilaian jumlah kasus Covid-19 pada uji coba double-blind dan plasebo.

Feng mencatat bahwa Sinovac dan Sinopharm kemungkinan akan mengumumkan data Tahap-III mereka tentang kelompok lansia dan remaja di sekitar liburan Tahun Baru Cina dimulai pada 12 Februari 2021.

Sumber: kompas.com