SIANTAR, HETANEWS.com - Oknum PNS Disperindag Kota Siantar Hermansyah diduga melakukan pengancaman kepada para korban penipuan berkedok UMKM. Hermansyah disebut mengarahkan pisau kepada korban penipuan.

Korban penipuan, Daniel Munthe mengungkapkan ia dan tiga korban penipuan lainnya mendatangi rumah Hermansyah pada tanggal 5 Februari 2021. 

Mereka mendatangi rumah Hermansyah dengan maksud meminta uang yang dijanjikan untuk dibayar. Uang tersebut disetor kepada Hermansyah dengan janji menerima bantuan UMKM.

Namun bukan sambutan baik yang didapat, Hermansyah malah menodongkan pisau kepada Daniel.

"Mau dibunuh dia saya di dalam rumahnya itu," ungkap Daniel Munthe dihubungi melalui seluler Sabtu, (6/2/2021) siang.

Baca juga: Cerita Daniel Ditipu Oknum PNS Menuntut Ditekan Atasan

Masih kata Daniel, ia seketika tersentak mendengar ancaman tersebut.  Meski begitu ia  beranggapan bila  Hermansyah berani menusukkan pisau maka ia siap melapor ke polisi.

"Si Hermansyah bilang kalau aku dalangnya yang melapor-lapor, aku diam saja disitu coba aja aku hajar dia makin ku lapor dia itu," Terang Daniel.

Hermansyah: enggak sadarkan diri

Dihubungi terpisah, Hermansyah mengaku tidak mengetahui jika dirinya melakukan ancaman dengan menodongkan pisau kepada Daniel. Ia juga mengaku tidak sadarkan diri.

"Ah mana ada mau bunuh apa, Lalita Allah aku gak tahu, gak sadarkan diri aku," kata mantan Lurah Sumber Jaya, Siantar Martoba ini.

Terkait tenggat waktu pembayaran hutang sebelumnya, Hermansyah memastikan akan membayar hutang tersebut kepada para korban UMKM.

"Hari ini rencananya ku bayar, rencananya mau bayar hari Senin karena yang beli itu hari Senin, tapi ku paksa agar hari ini dibeli," tutupnya.

Sebelumnya, Hermansyah disebut meminta sejumlah uang dari warga dengan iming iming akan menerima bantuan dana program pemerintah yakni UMKM [Usaha Mikro Kecil Menengah].

Ulah Hermansyah diketahui sejak Oktober 2020 silam. Bersamaan dengan meluncurnya program pemerintah bagi UMKM yang terdampak pandemi Covid 19.

Namun kasus ini mencuat ke permukaan setelah warga yang merasa dirugikan beramai ramai mendatangi kantor Disperindag di Jalan Cempaka Kota Siantar pada tanggal 26 Januari 2021.

Baca juga: Pihak Disperindag 'Intervensi' Kasus Dugaan Pungli Hermansyah