HETANEWS.com - Kapolda Sumatera Utara Irjen Martuani Sormin meminta mahasiswa asal Papua di Medan menahan diri terkait dugaan rasisme yang dilakukan Guru Besar USU Professor Leonard Yusuf Henuk.

"Saya meminta kepada adik-adik Papua yang tengah menjalani pendidikan di USU dan perguruan tinggi lainnya untuk tidak terpancing dan terpengaruh atas persoalan dugaan rasisme yang dilakukan Guru Besar USU, Prof Yusuf L Henuk," kata Martuani Sormin kala bersilaturahmi dengan mahasiswa asal Papua di Polda Sumut, Rabu (3/2).

Martuani meminta para mahasiswa asal Papua itu mempercayakan penanganan kasus ini kepada Polri.

"Serahkan dan percayakan kepada kami dalam menangani kasus dugaan rasis secara professional,” ucap dia.

Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin saat menerima mahasiswa Papua di Mapolda Sumut.
Foto: Dok. Istimewa

Lebih lanjut, mantan Kapolda Papua itu berharap mahasiswa tidak terprovokasi terhadap perbuatan oknum yang ingin membuat kegusaran.

"Tunjukkan kalau kita patuh dan taat hukum. Jangan melakukan aksi-aksi yang tidak pada tempatnya. Silakan, kalau adik-adik merasa harus menyampaikan aspirasi sebaiknya datang ke Polda Sumut," tutur dia.

Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin saat menerima mahasiswa Papua di Mapolda Sumut.
Foto: Dok. Istimewa

Sementara salah seorang perwakilan mahasiswa Papua bernama Ince, mengapresiasi tindakan Martuani. Ia meminta Polda Sumut mengusut kasus ini.

"Pernyataan Guru Besar USU itu di media sosial yang berbuat rasisme itu telah menciptakan kegaduhan. Sehingga kami minta agar penegak hukum khususnya Polda Sumut untuk dapat menyelesaikan kasusnya," kata dia.

Sebelumnya, Professor Yusuf Leonard Henuk memberikan jawaban terhadap aksi demo yang dilakukan puluhan mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Papua di Sumut. Yusuf Leonard melalui pengacaranya Rinto Maha, mengaku tidak mempermasalahkan ujuk rasa itu.

“Mahasiswa Papua yang ada di USU bebas menyampaikan ekspresi dan pendapatnya. Kita hargai, itu tidak ada, masalah,” kata Rinto.

Mengenai postingan Prof Yusuf yang menyebut masyarakat Papua bodoh, Rinto mengeklaim perkataan itu ditujukan pendukung Veronica Koman dan Benny Wenda. Sebab mereka menginginkan kemerdekaan Papua.

Rinto juga mengatakan, dalam postingan itu, dirinya akan menyampaikan maksud postingannya secara langsung kepada mahasiswa Papua.

Sumber: kumparan.com