SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Bupati Simalungun JR Saragih, meminta agar Pengadilan Negeri Simalungun turut mensosialisasikan bahaya covid 19 dan juga pentingnya vaksinasi, aman dan sehat. Karena 40 persen rakyat Indonesia tidak percaya covid.

"Saya minta pengadilan juga menginformasikan bahaya covid, karena angka kematian semakin tinggi disebabkan virus tersebut. Dan sekitar 40 persen warga Indonesia tidak percaya covid dan vaksinasi," katanya disela sela acara pencanangan Zona Integritas menuju WBK/WBBM di Pengadilan Negeri Simalungun, Rabu (3/2/2021). 

"Saya mengapresiasi penandatangan ZI menuju WBK/WBBM di PN Simalungun karena berjalan sesuai Prokes," katanya.

Pemerintah terus  berupaya memulihkan keadaan, bagaimana Indonesia terbebas dari virus tersebut. Upaya pemerintah akan sia-sia jika tidak didukung semua pihak dan seluruh warga Indonesia. Untuk itu vaksinasi sangatlah penting dan dipastikan aman.

"Saya bersama Forkopimda sudah divaksin dan sehat sehat saja, jadi jangan percaya dengan issu yang belum jelas informasinya," jelas Bupati.

Presiden meminta agar Pemda harus menghapus keraguan masyarakat atas upaya pemerintah mencegah penyebaran covid-19. Karena vaksinasi yang sukses membuat masyarakat bisa bekerja kembali, bersekolah, dan beribadah dengan tenang. 

Melalui pengadilan bisa disuarakan kepada masyarakat pencari keadilan sehingga vaksinasi bisa berjalan sukses dan kita bisa beraktifitas sebagaimana biasanya. 

Menurut Ketua PN Simalungun, A Hadi Nasution, pihaknya juga selaku melakukan aktifitas sesuai prokes. Bahkan persidangan berjalan secara daring. Sedangkan bagi masyarakat yang datang untuk kepentingan hukum diwajibkan mematuhi prokes ,karena menyadari bahaya covid. 

"Kita akan mendukung pemerintah dalam pencegahan Covid dan mensukseskan vaksinasi secara nasional," kata Hadi. 

Baca juga: JR Saragih janji fasilitasi lembaga pengadilan