SIANTAR, HETANEWS.com - Di penjara 1,5 tahun di Lapas Kelas IIA karena kasus pencurian uang milik pedagang pasar horas tidak membuat Tariman (54) warga asrama martoba Jalan Rakutta Sembiring, Kelurahan Nagapitu, Kecamatan Siantar Martoba bertobat.

Dia tertangkap kembali ketika mencuri tanaman hias jenis Janda bolong dan galatea milik Ronald (45) warga Jalan sibatu-batu, Kelurahan Bahkapul, Kecamatan Sitalasari kota Pematangsiantar.

Naas menimpa Tariman pada saat melakukan aksi dirinya di pergoki sampai sampai wajahnya bonyok akibat di amuk massa. 

Menurut keterangan warga, awalnya pelaku mengendarai kereta Mio J BK 3678 TAS warna putih miliknya.

Saat melintas didepan rumah korban yang di perkarangan rumahnya dipenuhi tanaman hias.

Pelaku kemudian memberhentikan laju keretanya, lalu memarkirkan tepat di sebelah rumah korban. Ketika situasi dianggap aman, pelaku masuk melompati pagar besi.

Disaat asik mencabuti bunga populer saat ini, aksinya justru ketahuan warga yang melintas hendak melaksanakan shalat subuh.

Setelah dihampiri, warga melihat Pelaku masih sedang memegang bunga. Sehingga warga berteriak maling dan mengundang perhatian warga lain dan korban.

Mendengar teriakan itu, pelaku hanya pasrah bahkan berdiam diri saat dihajar warga yang memang kesal. 

"Kejadian benar, tadi pagi sekitar jam 04.30 WIB. Pelakunya juga sempat kena hajar waktu ketahuan, apalagi warga sini memang meresahkan aksi maling," kata Lurah Bah Kapul, Jaya kusuma lewat sambungan telepon, Selasa (2/2/2021).

Setelah tiga jam diamankan warga, pihaknya langsung menghubungi personel Polsek Siantar Martoba agar pelaku dibawa untuk diproses hukum.

"Ada tiga jam Pelaku diamankan warga. Sampai diletak di depan kantor kita. Kita pun juga takut jika ada hal tak diinginkan terjadi. Makannya kita cepat melapor sama polsek. Sehingga Pelaku dan kereta mio J miliknya tadi ikut dibawa petugas menggunakan Mobil patroli," katanya.

Sementara, pantauan di Polsek Siantar Martoba, pelaku mengakui perbuatannya. Bahkan mengakui bunga yang dicuri nanti akan dijual kembali dirumahnya.

Tak itu saja, pelaku juga mengaku sudah mencuri bunga di beberapa tempat. Termasuk mencuri di rambung merah, Kabupaten Simalungun dan Jalan Melanton Siregar, Kota Siantar.

"Kalau kucuri, kujual lagi bang. Paling tetangga yang beli datang kerumah. Dari jam 1 pagi sampai subuh aku mencuri bang," ujar Tariman merintih kesakitan.

Kepada petugas SPKT, pelaku mengaku pernah masuk penjara.

"Curi uang dulu aku di Pasar Horas Pak, satu tahun setengah aku di lapas," imbuhnya.

Ronald korban dari aksi Pelaku ketika diwawancara menerangkan, bunga itu dibelinya dari Kota Medan.

Ia mengaku  harganya mencapai kurang lebih Rp 3,5 juta.

"Bunga dicurinya tadi ada jenis bunga Janda Bolong, bunga Agolonema dan bunga jenis gelombang yang saya beli dari Kota Medan. Sampailah harganya Rp 3,5 juta kalau ditotalkan," ungkap korban ditemui di Poslek Martoba.

Terpisah Kapolsek Siantar Martoba Iptu Amir Mahmud dikonfirmasi, Selasa siang membenarkan kejadian tersebut.

"Kejadian betul, tapi masih diperiksa sama petugas kita. Lagian saya masih Vitkom ini di Polres Siantar, sabar dulu ya. Biar menjalani pemeriksaan dulu Pelakunya," ucapnya.

Pencuri tanaman hias

Dilain sisi, pencurian tanaman hias seperti bunga  marak di Siantar. Sebelumya, di Jalan bahagia tepatnya di salah satu kedai kopi juga harus rela bunga dari tempat nya harus hilang sebanyak 14 pot.

"Yang hari Minggu pagi (31/1/2021) bunga dari atas hilanglah 14 pot. Sama pot-pot nya juga ikut di angkat. Padahal kami masih bangun sampai jam 4 subuh dan cerita-cerita di depan," ujar pemilik kedai kopi yang kesal.

Meski demikian, ia tidak membuat pengaduan atau laporan karena dia sudah ikhlas. 

"Toh kita buat pengaduan pun belum tentu dapatkan. Ia sudalah sehat-sehat lah yang mengambil itu," tegasnya.