SIANTAR, HETANEWS.com - Terkuaknya kasus pengutipan sejumlah uang yang di lakukan Kepala Seksi (Kasi) di Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (UMKM) dan Perdagangan atau Disperindag Kota Siantar bernama Hermansyah, membuat  satu persatu korbannya mulai buka suara.

Salah seorang korban, Daniel Munte, mengungkapkan sudah dua kali ia dipanggil pihak Disperindag untuk menghadap salah seorang Kabid.

Oleh Kabid, mencoba melobi agar kasus ini tidak melebar hingga berlanjut ke proses hukum.

Munte terakhir dipanggil pada Selasa, (2/2) oleh pihak Disperindagi terkait masalah tersebut. Munte bersama korban lainnya mau memenuhi panggilan tersebut.

Daniel Munte mengatakan, setelah mencuatnya kasus dugaan penipuan yang melibatkan PNS itu,  sejumlah warga yang mengaku sebagai korban membeberkan kasus serupa.

Warga di Kelurahan Sumber Jaya, kata Daniel, satu persatu mulai menghubungi dirinya setelah kasus ini diberitakan lewat media.

"Setelah berita itu terkuak banyak warga Kelurahan Sumber Jaya yang menjadi korbannya bercerita kepada saya," kata Daniel dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (2/2/2021).

Sayangnya, warga tersebut tidak memiliki bukti yang kuat sehingga enggan melapor kasus tersebut.

"Akan tetapi mereka tidak dapat berkeras karena tidak memiliki bukti berupa tanda tangan atau surat kesepakatan. Karena itulah mereka tidak melaporkan Hermansyah," ungkapnya.

Kasus dugaan penipuan ini melibatkan oknum PNS Disperindag bernama Hermansyah. 

Hermansyah disebut meminta sejumlah uang dari warga dengan iming iming akan menerima bantuan dana program pemerintah yakni UMKM [Usaha Mikro Kecil Menengah].

Ulah Hermansyah diketahui sejak Oktober 2020 silam. Bersamaan dengan meluncurnya program pemerintah bagi UMKM yang terdampak pandemi Covid 19.

Namun kasus ini mencuat ke permukaan setelah warga yang merasa dirugikan beramai ramai mendatangi kantor Disperindag di Jalan Cempaka Kota Siantar.

Baca juga: Jeratan Hukum Menanti Oknum PNS Disperindag