SIANTAR, HETANEWS.com - Pengakuan terdakwa kasus pencabulan inisial RMT (18) saat persidangan di PN Siantar membuat kaget. 

Terdakwa yang merupakan remaja asal Simalungun ini mengaku menyetubuhi pacarnya yang masih berumur 14 tahun di salah satu pasar tradisional di Kota Siantar.

Dalam surat dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Rahma Hayati Sinaga pada sidang yang digelar secara virtual, Selasa (2/2/2021), terdakwa mengakui perbuatannya kepada korban sebanyak dua kali. 

Perbuatan itu dilakukan pelaku pada Rabu- Kamis 22 Oktober 2020 sekira pukul 22.00 wib. 

Menurut dakwaan, antara pelaku dan korban menjalin hubungan pacaran.

Keduanya naik angkot dari kediamanya lalu berpelisiran di seputaran kota Siantar hingga malam hari.

Dengan bujuk rayu di sebuah warung nasi yang sudah tutup, tepatnya di belakang Pos Polisi Jalan Merdeka terdakwa berhasil menyetubuhi korban.

Sesuai visum dokter dari RS Bhayangkara No 328/VER/X/2020, disimpulkan jika selaput darah korban sudah robek dan tidak utuh lagi.

Korban masih belum dewasa karena berusia 14 tahun saat peristiwa itu terjadi.

Jaksa menjerat terdakwa melanggar pasal 81/82 UU RI No.17/2016 tentang PERPU No.1/2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No 23/2002 tentang Perlindungan Anak Jo pasal 64 (1) KUH Pidana. 

Didampingi pengacara Erwin SH, terdakwa membenarkan dakwaan jaksa dan tidak keberatan.

Untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi, persidangan ditunda hingga pekan depan.

"Sidang ditunda Minggu depan untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi," kata Vivi Siregar SH selaku ketua majelis hakim. 

Baca juga: Buntut Adu Mulut di Pasar Horas Wanita Ini Terancam Bui