SIANTAR,HETANEWS.com -Kadis Kominfo Siantar Kartini Batubara dikabarkan melakukan dugaan manipulasi iklan layanan masyarakat terkait Covid-19 di media massa di tahun 2020.

Kartini disebut membuat kontrak kerjasama menggunakan tanggal mundur untuk program untuk program kontrak selama 6 bulan dari Juli hingga Desember 2020.

Sementara usulan program tersebut ada di bulan September 2020 setelah komisi III DPRD kota membuat usulan saat pembahasan P-APBD 2020.

Kepala Dinas Kominfo Siantar, Kartini Batubara ditemui di ruangannya, Senin (1/2/2021) membantah adanya manipulasi data iklan masyarakat tersebut.

Ia menyebut bahwa dana untuk layanan masyarakat bukan dari P-APBD 2020, tetapi dari biaya tidak terduga.

"Tidak benar itu, dana untuk lklan masyarakat terkait Covid-19 ini bukan diambil dari dana P-APBD tapi diambil dari biaya tidak terduga," kata Kartini.

Ia menambahkan, dana P-APBD pertengahan September 2020 sementara usulan yang disampaikan DPRD itu tidak ada bicara soal iklan di media.

"Iklan itu dibuat untuk bantuan khusus kepada media dari biaya tidak terduga sebesar 1 juta perbulan selama 6 bulan," tutup Kartini.

Baca juga: Sosialisasi Covid 19 di Pematangsiantar Tanpa Media Massa