JAKARTA, HETANEWS.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan sejumlah tokoh termasuk Raffi Ahmad menerima dosis kedua vaksin Covid-19 produksi Sinovac pada hari ini, Rabu (27/1). Proses vaksinasi kedua ini juga dilakukan di Istana Negara, Jakarta.

Dosis kedua ini diberikan 14 hari atau dua minggu setelah pemberian suntikan dosis pertama pada 13 Januari silam.

Pemberian jeda 14 hari untuk vaksin ini berasal dari hasil uji klinis yang dilakukan Sinovac saat pembuatan vaksin. Dosis pertama bertujuan agar tubuh dapat mengenali virus dan membentuk pertahanan melalui antibodi.

Dosis pertama ini dikenal juga dengan priming dose atau dosis pengenalan imunologis.

Sedangkan dosis kedua, dikenal dengan boosting dose atau dosis tambahan untuk meningkatkan kekuatan vaksin. Dosis kedua tersebut bertujuan agar antibodi semakin kuat setelah pengenalan pada dosis pertama 14 hari sebelumnya.

Waktu 14 hari pada vaksin Sinovac merupakan waktu yang dibutuhkan agar tubuh mengenali dan mulai membentuk antibodi.

"Vaksin belum efektif bila baru 1 kali. Antara vaksin pertama dan vaksin kedua ada jarak 14 hari," kata ahli vaksin dan imunologi Profesor Iris Rengganis kepada CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.

Pemberian jeda 14 hari ini juga sesuai dengan petunjuk teknis vaksinasi dari Kementerian Kesehatan.

"Dosis dan cara pemberian harus sesuai dengan yang direkomendasikan untuk setiap jenis vaksin Covid-19," demikian tertulis dalam petunjuk teknis Kementerian Kesehatan.

Sesuai dengan petunjuk teknis Kementerian Kesehatan vaksin Sinovac diberikan 2 dosis dengan 0,5 ml per dosis pada hari ke-0 dan ke-14 melalui suntikan intramuskular.

Vaksin produksi Sinopharm, Astrazeneca, Moderna, dan Pfizer memiliki rentang waktu pemberian dosis kedua yang berbeda-beda.

Baca juga: Disuntik Dua Kali, Ketua IDI Minta Nakes Tak Takut Divaksin

sumber: cnnindonesia.com