SIANTAR, HETANEWS.com - Oknum pejabat Dinas Koperasi UKM Perdagangan (Disperindag) mengakui menerima sejumlah uang dari warga dengan cara mengiming-imingi warga mendapat bantuan UMKM.

Perbuatan yang mencoreng instansi pemerintah tersebut diakui oleh Hermansyah. Ia seorang PNS yang menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) di  Disperindag.

Pernyataan Hermansyah itu bukan semata mata atas kesadarannya. Melainkan ketahuan setelah warga yang merasa ditipunya mendatangi kantor Disperindag di Jalan cempaka, Selasa (26/1/2021) pagi.

"Iya, rencananya hari ini akan diselesaikan. Tadi sudah kita sampaikan, akan dikembalikan hari ini. Untuk sisanya akan dilunasi akhir bulan," kata Hermansyah dihubungi Hetanews melalui sambungan telepon. 

Menurut keterangan mantan Lurah Sumber Jaya ini, ia akan membayar uang warga yang sudah ia terima dengan cara mencicil. 

Bahkan ia juga mengaku khilaf atas perbuatannya itu hingga berjanji akan mengembalikan uang tersebut dengan cara meminjam.

"Ini saya lagi usahakan pinjaman dulu untuk melunasi utang itu, saya khilaf," ucapnya.

Sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari Disperindag dan Pemko Siantar atas ulah Hermansyah yang patut dipertanyakan sumpahnya sebagai ASN.

Iming iming Hermansyah

Menurut warga yang datang menggeruduk kantor Disperindag pagi itu, Hermansyah sebelumnya mendatangi mereka untuk menyampaikan ada bantuan untuk UMKM.

"Sekitar empat bulan yang lalu, bulan Oktober 2020, Pak Hermansyah datangi kami menyampaikan ada bantuan usaha UMKM. Tapi sebelum kami terima, bapak itu memungut biaya ada yang mulai dari Rp 1 juta sampai 35 juta," ujar warga Boru Hutagalung.

Boru Hutagalung mengaku bahwa dirinya menjadi korban penipuan dari ulah Hermansyah sebesar Rp 2 Juta.

"Kami merasa ditipu makanya kami datangi. Kami korban penipuannya berkedok UMKM lah. Dimintanya uang untuk menyetor Rp 2 juta agar mendapatkan pinjaman UMKM sebesar Rp 20 juta. Siapa yang tidak mau mendapat bantuan kayak gitu, rupanya kami tertipu," ujarnya.

Menurutnya, ada sekitar 10 orang warga yang tertipu dengan iming-imingan Hermansyah.

Bahkan rata rata korbannya dipungut uang untuk mendapatkan bantuan UMKM dengan jumlah yang berbeda - beda. Hutagalung menyebutkan  nominal paling besar mencapai Rp 35 juta.

"Kalau saya diminta Rp 2 juta untuk dapat bantuan Rp 20 juta. Ada yang diminta Rp 5 juta untuk dapat pinjaman Rp 50 juta. Ada juga yang Rp 1 juta dapat Rp 10 juta. Lalu ada yang diminta Rp 35 juta termasuk ibu Junita Panjaitan untuk dapat bantuan ratusan juta," ungkapnya.

Sekitar empat bulan kemudian, janji bantuan UMKM seperti yang disampaikan Hermansyah sebelumnya tidak terealisasi.

Hal yang sama diungkapkan Daniel Munthe. Ia mengaku menjadi korban penipuan bantuan UMKM yang dijanjikan Hermansyah.

"Saya sempat menyetor uang Rp 5 juta, rupanya sampai saat ini belum cair juga bantuan itu. Makanya kemarin saya datangi dan uang saya sudah dikembalikan," kata Munthe mengakhiri.

Baca juga: Banyak Koperasi yang Jadi ‘Ku Perasi’, karena Tidak Jauh seperti Rentenir