TANJUNG BALAI, HETANEWS.com  -Seorang wanita berinisial WN (27) meregang nyawa usai berkunjung ke pusat hiburan malam di jalan Sudirman kilometer 7 Tanjungbalai, Selasa (26/1/2021) dinihari.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, sebelumnya korban masuk ke dalam salah satu KTV hiburan malam bersama beberapa temannya.

Usai menikmati alunan musik tiba- tiba korban mengalami kejang. Diduga WN overdosis (OD).

Oleh temannya, WN dilarikan ke salah satu rumah sakit swasta di jalan Sudirman untuk mendapatkan pertolongan. Namun nyawa korban tidak dapat ditolong dan meninggal dunia.

Jenazah WN kemudian dibawa ke rumah duka di Simpang Empat Kabupaten Asahan. Di hari yang sama sekitar pukul 17.00 wib jenazahnya dikebumikan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi mengenai kematian WN dari pihak pengusaha hiburan malam. Pihak keluarga juga tidak memohon untuk otopsi. 

Sehingga kasus penyebab kematian korban 'kabur' tanpa penyelidikan pihak berwajib.

Berdasarkan data yang dihimpun,  peristiwa kasus overdosis di pusat hiburan tersebut terjadi untuk kesekian kalinya. Pada tanggal 3 Mei 2019 pusat hiburan tersebut sempat ditutup.

Respon Pemkot 

Sementara itu, pihak Pemko Tanjungbalai menyebut, penutupan PUB dan KTV di hotel itu karena tidak memiliki izin operasi dan melanggar Perda Nomor 8 Tahun 2004 tentang ketertiban umum. 

Diterangai pusat hiburan tersebut tidak mempunyai izin sejak berdiri pada 2009 lalu.

Meski demikian, beberapa bulan kemudian, Pihak Pemko Tanjungbalai kembali mengizinkan Diskotik dan KTV beroperasi dengan beberapa syarat yang harus dipatuhi.

Diantaranya, tidak membenarkan peredaran narkoba dan aktivitas dibatasi hingga pukul 24.00 WIB

Sayangnya,  perjanjian yang dilakukan oleh pihak pusat hiburan diabaikan tanpa ketegasan dari pihak Pemko Tanjungbalai.

Sementara pusat hiburan itu diduga berkedok peredaran narkotika, dengan rentetan korban meninggal dunia ditengarai akibat overdosis.

Penulis, Kontributor Tanjung Balai: Feri Matondang