MEDAN, HETANEWS.com - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menegaskan, pihaknya akan meningkatkan razia protokol kesehatan. Hal ini dinilai penting dalam rangka menekan penyebaran Covid-19.

“Sekali lagi saya ingatkan, tepat pada pukul 21.00 WIB, maka semua kegiatan usaha sudah wajib untuk tutup. Saya berharap, semua pihak termasuk masyarakat ikut untuk mendisiplinkan diri mengikuti keputusan ini. Kita tingkatkan razia,” tegas Edy di Medan, Selasa (26/1/2021).

Rinto mengatakan pihaknya akan melaporkan akun-akun yang membuat isu seolah Henuk melakukan tindakan rasis terhadap Pigai. "Kita sore ini bergerak ke Mabes Polri laporkan akun-akun ini. Yang viralkan ini semua orang Demokrat, kita sudah data dan hari ini kita laporkan," paparnya.

Edy juga mengajak masyarakat untuk menerapkan disiplin menggunakan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mengurangi mobilisasi (5M).

“Kita tidak lagi menggunakan istilah 3M lagi melainkan 5M. Dengan melaksanakan program secara ketat ini, maka dapat dipastikan bahwa pandemi Covid-19 di daerah ini, dapat dipastikan akan bisa diakhiri. Dukungan masyarakat dibutuhkan,” ujarnya.

Mantan Pangkostrad ini menyampaikan, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat dilakukan karena masih terjadi penambahan kasus baru terkonfirmasi di daerah yang diseburkan tersebut. Kegiatan malam sebagai salah satu faktor penambahan.

Edy juga menyatakan, banyak kegiatan masyarakat pada malam hari yang mengabaikan protokol kesehatan. Kegiatan ini yang memicu penambahan kasus baru di atas 80 orang setiap harinya.

“Jauh hari sebelumnya, ada penambahan 80 orang kasus baru, kemudian kita lakukan penyekatan - penyekatan, menurun menjadi 70 hingga 60 orang. Sekarang ini, penambahan sebanyak 80 - 90 orang setiap harinya. Ini membahayakan jika dibiarkan,” kata Edy.

Sumber: beritasatu.com