SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Anggota DPRD Simalungun inisial BS merasa tidak bersalah dan minta dibebaskan pasca dituntut 1 tahun oleh jaksa Juna Karo Karo SH atas kasus pengeroyokan dan penganiayaan.

Permohonan itu disampaikan terdakwa dalam pledoinya (nota pembelaan) secara tertulis.

"Pledoinya, terdakwa minta dibebaskan," kata panitera M Ramli ditemui di Pengadilan Negeri Simalungun, Selasa (26/1/2021).

Ketua majelis hakim pimpinan A Hadi Nasution SH mengatakan,karena merasa tidak bersalah dan minta dibebaskan, maka jaksa akan menanggapinya secara tertulis.

Untuk memberikan kesempatan kepada jaksa, Persidangan ditunda hingga Senin (1/2/2021)  mendatang.

Sebelumnya, Anggot Dewan BS bersama dengan rekannya AJS  terbukti melanggar pasal 170 (2) ke-1 KUH Pidana. BS bersama AJS terbukti melakukan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap saksi korban Koster Aprison Hutajulu. 

Perbuatan itu dilakukan pada Minggu, 20 September 2020 sekira pukul 12.00 Wib didepan warung kopi milik saksi Mutiara br Manurung yang terletak di Dusun Parmonangan Kelurahan Huta Bayu Kecamatan Huta Bayu Raja Kabupaten Simalungun.

Pertengkaran antara  korban dan terdakwa berawal dari saling memberikan dukungan kepada salah satu calon Bupati. 

Sehingga terjadi pertengkaran dan penganiayaan. Korban luka dan mendapat perawatan medis atau opname di Rumah Sakit. Sesuai Surat Visum et Repertum No.744/2403/440/2020 tanggal 21 September 2020. 

Baca juga: Anggota DPRD Terlibat Penganiayaan Dituntut 1 Tahun Penjara