SIMALUNGUN, HETANEWS.com –  Hanya karena  disuruh pinjam gosokan (seterika) seorang gadis remaja dicabuli Chandra Marthin Sinulingga (29). Pria beristri itu diganjar  8 tahun denda 60 juta subsider 6 bulan. 

Vonis hakim pimpinan Hendrawan yang dibacakan dalam persidangan, Selasa (26/1/2021) di Pengadilan Negeri Simalungun lebih ringan dari tuntutan jaksa. Sebelumnya, Marthin diancam 10 tahun dan denda 60 juta subsider 1 tahun oleh jaksa Fransiska Sitorus SH.

Awalnya korban sebut saja Mita (nama disamarkan) yang masih bertetangga dengan terdakwa disuruh meminjam gosokan. Tapi istri terdakwa tidak berada di rumah.

Lalu terdakwa membujuk saksi korban dan menyetubuhinya di lantai dapur rumah tetdakwa. Persetubuhan tersebut dilakukan berulangkali sekita bulan April hingga Juli 2020 di rumah terdakwa di Emplasemen Sidamanik.

Pria beristri ini dinyatakan bersalah  melanggar pasal 81 ayat (2) UU RI No.17/2016 tentang penetapan PERPPU No.1/2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No.23/2002 tentang Perlindungan Anak (PA).

Keluarga terdakwa telah berupaya melakukan perdamaian dengan korban, tapi tidak terjadi kesepakatan. Atas vonis hakim, terdakwa didampingi pengacaranya diberi waktu selama 7 hari untuk pikir-pikir, menerima ataupun mengajukan banding.